SMK Nuris Jember Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Industri
Pesantren Nuris – SMK Nuris Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja melalui kegiatan pengantaran peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap mulai 22 hingga 27 Juni 2026 dengan melibatkan seluruh guru pembimbing yang bertugas mengantarkan siswa ke lokasi praktik masing-masing.
Sebanyak 65 siswa dari kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Teknik Sepeda Motor (TSM) resmi memulai pengalaman belajar di luar sekolah. Mereka ditempatkan di 34 DUDI yang telah menjalin kerja sama dengan SMK Nuris Jember, mulai dari perusahaan teknologi, bengkel otomotif, hingga berbagai lembaga dan dunia usaha lainnya.
Pengantaran ini bukan sekadar mengantar siswa ke lokasi PKL. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara siswa dan sekolah dengan pihak industri, sekaligus memastikan seluruh peserta diterima dengan baik di tempat praktiknya masing-masing.
(Baca juga: Disiplin, Sopan, dan Profesional! Bekal Utama Siswa SMK Nuris Jember yang Diterima Saat Pelepasan PKL 2026)
Dalam kesempatan tersebut, guru pembimbing memperkenalkan siswa kepada pimpinan maupun pembimbing lapangan di masing-masing DUDI. Selain menyerahkan administrasi PKL, guru juga menjelaskan tujuan program, kompetensi yang dimiliki siswa, serta mekanisme pendampingan yang akan dilakukan selama masa praktik berlangsung.
Melalui kegiatan pengantaran ini, para siswa juga memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja yang akan mereka tempati selama beberapa bulan ke depan. Mereka diajak memahami budaya kerja, aturan perusahaan, pembagian tugas, hingga sistem operasional yang berlaku di setiap tempat praktik.
Bagi sebagian besar siswa, momen tersebut menjadi pengalaman pertama memasuki lingkungan kerja profesional. Suasana baru yang mereka temui menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk mulai beradaptasi dengan ritme kerja yang berbeda dari aktivitas belajar di sekolah.
Selama proses pengantaran, guru pembimbing turut memberikan motivasi kepada siswa agar mampu menjaga sikap, kedisiplinan, dan nama baik sekolah. Mereka diingatkan bahwa PKL bukan hanya menjadi sarana mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter profesional yang akan sangat dibutuhkan setelah lulus nanti.
Salah seorang guru pembimbing, Untung Rahmatullah, S.T., menyampaikan bahwa pendampingan sejak hari pertama sangat penting untuk membantu siswa merasa lebih siap menghadapi lingkungan kerja.
“Kami ingin memastikan siswa datang bukan hanya sebagai peserta PKL, tetapi sebagai pribadi yang siap belajar. Saat pertama kali memasuki tempat praktik, mereka perlu mengenal budaya kerja, memahami aturan yang berlaku, dan membangun komunikasi yang baik dengan pembimbing di industri. Dari sinilah proses belajar yang sesungguhnya dimulai,” ungkapnya.
Program PKL menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan vokasi di SMK Nuris Jember. Melalui pengalaman belajar secara langsung di dunia industri, siswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang telah dipelajari di sekolah dengan kebutuhan nyata di lapangan. Selain meningkatkan kompetensi keahlian, mereka juga belajar tentang tanggung jawab, etos kerja, kerja sama tim, dan profesionalisme.
Dengan terlaksananya pengantaran siswa ke 34 DUDI, SMK Nuris Jember berharap seluruh peserta PKL dapat menjalani program ini dengan penuh semangat dan dedikasi. Pengalaman yang diperoleh selama berada di dunia industri diharapkan menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan setelah lulus, sekaligus memperkuat kualitas lulusan SMK Nuris Jember sebagai generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja. (MFAF.Red)
