Rayakan Harlah ke-45, Pesantren Nuris Jember Teguhkan Semangat Keilmuan dan Perjuangan Santri

45 Tahun Nuris Jember: Menjaga Tradisi, Menyiapkan Generasi

Pesantren Nuris – Pondok Pesantren Nuris Jember memperingati hari lahirnya yang ke-45 pada 8 Agustus 2026. Peringatan tersebut berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan keagamaan yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus yayasan, dewan pengasuh, santriwan, santriwati, serta tamu undangan yang hadir di lingkungan Pondok Pesantren Nuris Jember.

Empat puluh lima tahun perjalanan menjadi momentum bagi keluarga besar Nuris untuk kembali mengingat sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi pesantren. Peringatan Harlah tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat semangat seluruh santri dalam menuntut ilmu dan mengembangkan diri.

Rangkaian acara dibuka dengan penampilan kesenian Islami berupa hadrah yang dibawakan tim Ashabul Muhyi. Lantunan sholawat yang menggema menjadi penyambut bagi para hadirin sekaligus menciptakan suasana religius sejak awal kegiatan. Setelah penampilan hadrah, acara dilanjutkan dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh Ust. Abdul Halim, S.Ud. Pembacaan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Harlah ke-45 secara resmi.

Suasana semakin khidmat ketika Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren Nuris Jember, KH. Muhyiddin Abdussomad, menyampaikan tausiah di hadapan para santri dan tamu undangan. Dalam penyampaiannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang Nuris yang telah mencapai usia 45 tahun.

(Baca juga : SMK Nuris Gelar Istighotsah dan Doa Bersama Peringati Harlah ke-44 Pondok Pesantren Nuris)

Menurut beliau, perjalanan tersebut tidak terlepas dari proses panjang dalam membangun pendidikan, membimbing santri, serta mempertahankan nilai-nilai kepesantrenan. Karena itu, para santri diharapkan mampu melanjutkan perjuangan tersebut dengan kesungguhan dalam belajar dan berproses.

“Semoga para santri Nuris dapat menjadi anak yang shaleh, selalu semangat dalam berproses dan mencari ilmu, serta kelak di masa depan mampu mendirikan pesantren juga,” pesan KH. Muhyiddin Abdussomad.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan Harlah ke-45. Para santri tidak hanya diajak mengenang perjalanan pesantren, tetapi juga diarahkan untuk mempersiapkan masa depan dengan ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian.

Usai tausiah, seluruh santriwan dan santriwati mengikuti pembacaan Sholawat Nariyah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Muhyiddin Abdussomad. Suasana semakin tenang ketika seluruh hadirin mengikuti lantunan sholawat dan doa dengan penuh kekhusyukan.

Rangkaian kegiatan kemudian memasuki acara inti berupa prosesi pemotongan tumpeng oleh Syaikhul Ma’had. Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Pondok Pesantren Nuris Jember yang telah memasuki usia ke-45 sekaligus menjadi doa agar pesantren terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah prosesi tersebut, acara ditutup dengan pembacaan hamdalah secara serentak oleh seluruh hadirin. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dari awal hingga akhir tanpa mengurangi kekhidmatan suasana.

Bagi para santri, peringatan Harlah ke-45 menjadi pengalaman sekaligus pengingat bahwa perjalanan pesantren merupakan bagian dari perjalanan mereka dalam menuntut ilmu.

“Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan dapat terkendali. Semoga pondok pesantren ini dapat lebih maju ke depannya,” ujar salah satu santri yang turut mengikuti peringatan Harlah ke-45.

Peringatan tersebut menjadi penanda bahwa memasuki usia 45 tahun, Nuris Jember tidak hanya merayakan perjalanan masa lalu, tetapi juga meneguhkan harapan untuk terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat. (JUL/FNF.Red)

Related Post