Tepat pada tanggal 08 Agustus 2026 Pondok Pesantren Nurul Islam Jember berusia empat puluh lima tahun. Usia yang bukan sekadar bilangan, melainkan juga langkah panjang pengabdian, pendidikan dan dakwah. Bagi kami alumni Nuris, peringatan harlah ini menghadirkan rasa syukur, bangga, sekaligus panggilan untuk terus menjaga nilai pesantren dalam setiap ruang kehidupan.
Tema “Menjaga Tradisi, Mempererat Silaturrahmi, Membangun Negeri” merupakan rangkuman arah perjalanan Pesantren Nurul Islam secara utuh. Tradisi menjaga sanad keilmuan dan identitas. Silaturahmi menyatukan pengasuh, santri, alumni, wali santri, serta masyarakat. Sedangkan membangun negeri merupakan tuntutan pengabdian nyata. Hari lahir ini mengingatkan kami bahwa pesantren harus tumbuh dengan kuat, bergerak bersama dan bermanfaat luas bagi bangsa Indonesia.
Kiai Muhyiddin Abdusshomad, sebagai Syaikhul Ma’had sekaligus Rais Syuriah PCNU Jember menempatkan Aswaja bukan sekadar nata pelajaran di kelas, melainkan juga cara berpikir dan beragama. Santri dibimbing mendalami akidah, amaliah dan tradisi nahdliyin secara argumentatif agar mampu menjaga moderasi, menghormati perbedaan dan mengabdi kepada umat melalui ilmu, keteladanan, serta akhlak mulia.
(baca juga: Membumikan Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah, NAC Selenggarakan Daurah Aswaja di Pesantren Nuris Jember)
Keistimewaan Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember terletak pada keseimbangan antara pendalaman kitab kuning dan penguasaan ilmu pengetahuan. Santri Nuris mempelajari fikih, nahwu, sharaf, ushul fikih, bahtsul masail, serta khazanah Aswaja, sembari mengasah ilmu matematika, teknologi, bahasa dan penelitian. Keseimbangan yang dibangun itu membentuk pribadi yang saleh, kritis, adaptif dan siap menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan pijakan iman dan tradisi.
Selanjutnya buah pendidikan tersebut tampak pada prestasi santri dalam satu dekade terakhir ini. Panggung musabaqah qira’atil kutub, musabaqoh Syahril Qur’an, olimpiade matematika, biologi, bahasa, inovasi teknologi, hingga kompetisi internasional terus didapat kejuaraan santri Nuris. Medali emas ISTEC 2021 dan capaian IMSC 2026 menampakkan bahwa sarung, kitab, laboratorium, dan kreativitas dapat lahir dan tumbuh dalam satu ekosistem pendidikan yang unggul.
Sebagai alumni, kami memahami bahwa hadiah terbaik bagi Pesantren Nuris Jember bukan sekadar ucapan selamat, melainkan juga kesetiaan untuk mengamalkan ilmu, menjaga persaudaraan, dan membawa manfaat pada sesama dan untuk seluruh umat beragama. Pada usia ke-45 tahun ini, semoga Pesantren Nuris Jember semakin kokoh merawat tradisi, luas menyambung silaturahmi, maju mengambangkan ilmu teknologi, serta konsisten melahirkan santri yang mampu berkhidmat pada agama, masyarakat, dan Indonesia tercinta.[Cholis-R.H./AF.Red.]
Penulis : Cholis Rosyidatul Husnah (Alumni Nuris tahun 2015)
