Ketegasan dan Ketekunan Berpadu, Dona Felisa Jadi Inspirasi
Pesantren Nuris – Di balik sosok pemimpin yang tegas dan berwibawa, tersimpan perjalanan panjang seorang santri dalam menuntut ilmu. Hal itulah yang tergambar pada diri Dona Felisa, siswi kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember yang berhasil menamatkan tiga kitab kuning selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember.
Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian penting yang mengiringi masa akhir studinya. Sebab, selain aktif sebagai Ketua OSIS Putri SMK Nuris Jember, Dona juga mampu menunjukkan kesungguhannya dalam mendalami ilmu agama melalui pembelajaran kitab kuning yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
Selama menjadi santri, Dona mengikuti berbagai kegiatan pengajian dan pembelajaran kitab secara rutin. Di tengah kesibukannya mengemban amanah sebagai pemimpin organisasi siswa, ia tetap berusaha menjaga komitmennya untuk mengikuti proses belajar di pesantren hingga berhasil menyelesaikan tiga kitab kuning dengan baik. Ketiga kitab tersebut adalah 101 Hadist, Ta’lim Muta’allim, dan Safinatunnajah.
Pembelajaran kitab kuning bukanlah proses yang mudah. Selain membutuhkan kemampuan memahami teks Arab tanpa harakat, santri juga dituntut untuk memahami kandungan ilmu dan nilai-nilai kehidupan yang terdapat di dalamnya. Proses tersebut memerlukan kesabaran, kedisiplinan, serta kemauan belajar yang kuat.
(Baca juga : Mindaasun Nadaa Khatamkan 3 Kitab, Siswi Ceria yang Menemukan Makna di Balik Proses Belajar di SMK Nuris Jember)
Bagi Dona, perjalanan menamatkan tiga kitab bukan hanya tentang menyelesaikan target pembelajaran, tetapi juga tentang membangun karakter dan memperkuat fondasi keilmuan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk dirinya sebagai pribadi yang lebih matang dan bertanggung jawab.
Para guru mengenal Dona sebagai siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Ia mampu menjadi teladan bagi teman-temannya, baik dalam kedisiplinan maupun sikap hormat kepada guru. Meski memiliki banyak tanggung jawab sebagai Ketua OSIS Putri, ia tetap menunjukkan keseriusan dalam mengikuti kegiatan pesantren.
Keberhasilannya mengkhatamkan tiga kitab menjadi bukti bahwa aktivitas organisasi dan akademik tidak menjadi penghalang untuk mendalami ilmu agama. Justru, pengalaman belajar kitab menjadi bekal penting yang membantu Dona dalam memimpin dan mengambil keputusan dengan lebih bijaksana.
“Menjadi pemimpin itu bukan tentang siapa yang paling didengar, tetapi siapa yang paling mau terus belajar. Dari kitab-kitab yang saya pelajari, saya memahami bahwa ilmu bukan untuk membuat seseorang merasa lebih tinggi, melainkan agar ia lebih mampu memahami, menghargai, dan melayani orang lain dengan lebih baik,” tuturnya.
Pencapaian Dona mendapat apresiasi dari para guru dan pembina pesantren. Mereka menilai keberhasilannya sebagai contoh nyata bahwa seorang siswa dapat berkembang di berbagai bidang sekaligus, baik dalam organisasi, akademik, maupun pembelajaran agama.
Keberhasilan menamatkan tiga kitab kuning menjadi penutup manis perjalanan Dona Felisa di bangku sekolah dan pesantren. Prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan kecerdasannya dalam belajar, tetapi juga menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik lahir dari proses panjang dalam menuntut ilmu, membangun karakter, dan menjaga komitmen terhadap amanah yang diemban. (MFAF.Red)
Nama : Dona Felisa
Kelas : XII TKJ
Alamat : Rambipuji, Jember
Hobi : membaca
Cita-cita : Ahli teknologi
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
Riwayat Prestasi : Peraih medali perunggu Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional dalam Ajang Olimpiade Sains Pahlawan Presmanesia Nasional yang diselenggarakan oleh Puskanas pada 14 Januari 2024
