Bercita jadi Seorang Dokter di Masa Depan, Dalami Sains dan Bahasa Asing juga Proses Hafalkan Al Qur’an
Pesantren Nuris – Santri berprestasi di kancah nasional bukan lagi suatu hal yang langka. Buktinya, 22 santri Pesantren Nuris Jember yang belajar di MA Unggulan Nuris berhasil memborong ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2026 dengan maksimal. Di antara mereka tersebut, Nazwa Haura Anisah menjadi salah satu bintangnya dengan torehan medali perunggu olimpiade bahasa Inggris.
Santri cerdas yang duduk di kelas X F MA Unggulan Nuris ini mampu menaklukkan tantangan 50 soal sulit dalam waktu 60 menit. Dengan percaya diri dan mental juara khasa para santri, ia pun berhasil membawa pulang medali pada kompetisi berlevel nasional yang diselenggarakan oleh PUSKASNAS pada 03 Mei 2026 kemarin.
“Tentunya sangat senang bisa menjadi salah satu santri yang berhasil membawa medali dalam ajang KSN 2026 ini. Meski masih belum mampu meraih medali emas, saya berharap dapat mengevaluasi hasil belajar saya agar ke depan dapat mendali emas. Saya tidak kapok, justru semakin semangat berkompetisi.” Ujar Najwa, sapaan akrabnya.
Sebagai santri yang duduk di kelas unggulan sains, remaja asal Banyuwangi ini menunjukkan semangat belajar yang tinggi baik dalam kelas formal maupun pendidikan diniyah. Pasalnya, ia tak hanya jago dalam bahasa Inggris, sebelumnya pernah meraih medali perak olimpiade kimia dalam ajang IYSN pada awal tahun 2026 lalu.
(baca juga: Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Santri Pedia 2026, Prestasi Nasional Kebanggaan Santri MA Unggulan Nuris)
Dalam gelaran kompetisi bakat minat santri tingkat Yayasan Nurul Islam Jember pada Januari 2026 lalu, ia juga berhasil membawa pulang piala juara kedua dalam kategori lomba news reading. Fantastis bukan prestasi Najwa ini. Baginya berprestasi itu merupakan bonus bagi setiap pelajar yang giat dan selalu memperjuangkan impiannya.
Bukan hanya talenta dalam sains dan bahasa asing, putri dari bapak Muhammad Rusdi dan ibu Holifatun Nur Ania ini juga tengah berproses dalam menghafalkan ayat-ayat Allah. Saat ini ia tengah menghafalkan juz kelima dan menargetkan bisa mencapai lebih dari 15 juz sebelum tamat dari MA Unggulan Nuris.
“Meski saya tidak mengambil kelas unggulan tahfiz, saya tetap berkesempatan mempelajari hingga menghafalkan Al Qur’an dengan leluasa. Saya bercita-cita menjadi seorang dokter, makanya saya memilih kelas sains. Bagi saya hafizah dan dokter bukan lah masalah, tetapi ini proses belajar demi kebaikan dan keunggulan diri di hadapan Allah.” Imbuh santri kelahiran November 2009 tersebut.[AF.Red]
