Dinamis dalam Karier di Lembaga Pendidikan dan Sejalan dengan Keilmuan Saat di Pesantren
Pesantren Nuris – Semangat menempuh pendidikan dan pengalaman belajar membuat Silva Paris Tyana “hijrah” dari kota dewata, Bali ke kota suwar-suwir, Jember tepatnya di MA Unggulan Nuris. Berada di kelas program keagamaan membuatnya bergeming dalam pendidikan agama saat menempuh studi sarjana di UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember.
Bak gayung bersambut, tak hanya sebagai salah satu lulusan terbaik di MA Unggulan Nuris, ia juga dinyatakan lolos memasuki salah satu kampus negeri terbaik di Kabupaten Jember lewat jalur prestasi atau SPAN-PTKIN pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Kesempatan belajar ini pun tak dilewatkan dengan lama, kini telah berhasil meraih gelar sarjana.
Melalui skripsi berjudul “Peran Guru Pedidikan Agama Islam dalam Penanaman Sikap Toleransi Beragama antarSiswa di SD Negeri 5 Banjar Anyar Tabanan Kediri Bali”, Silva, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember, berhasil menuntaskan pendidikan sarjana. Dengan percaya diri dan maksimal, ia berhasil mempresentasikannya di hadapan para dosen penguji.
(baca juga: Terinspirasi M. Quraish Shihab, Alumni MA Unggulan Nuris Dalami Ushuludin di Universitas Al Azhar Mesir)
“Memang awalnya, saya memilih Jurusan Pendidikan Agama Islam karena mengikuti saran orang tua yang menginginkan saya menempuh pendidikan di bidang yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Selain itu, jurusan ini memiliki peluang kerja yang cukup baik, khususnya di Bali, karena kebutuhan akan guru PAI di sekolah-sekolah negeri maupun swasta terus ada seiring dengan keberadaan masyarakat Muslim yang tersebar di berbagai daerah.” Ujar Silva.
“Jurusan ini juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan agama, membentuk karakter yang lebih baik, serta mempersiapkan diri menjadi pendidik yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Apalagi ini memang sinkron dengan apa yang saya dapatkan di pesantren. Seiring berjalannya waktu, saya semakin memahami dan menyukai bidang ini karena memberikan banyak pelajaran tentang nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan kehidupan sosial.” Tambahnya.
Cita-citanya menjadi seorang guru membuat gadis cantik dan cerdas kelahiran Juli 2004 ini belajar dengan sungguh-sungguh selama kuliah. Ia tak ingin sekejap pun mengecawakan kepercayaan orang tuanya selama belajar di rantauan. Ia percaya bahwa “hargai setiap proses, karena tidak ada keberhasilan yang datang tanpa perjuangan.”
(baca juga: Bangga Raih Master of Arts di UGM Yogyakarta, Alumni MA Unggulan Nuris Sefenomenal Itu)
Kegiatan kuliah dapat dilalui dengan baik hingga program KKN dan PLP jelang akhir semester perkuliahan pun berjalan lancar nyaris tanpa kendala. Pengalaman di kelas dan lapang saat praktik memberikan bekal dan pengalaman yang cukup sebelum terjun dalam karier di lembaga pendidikan.
Setelah sidang skripsi ini, ia berharap dapat menuntaskan segera kebutuhan administrasi hingga resmi seremonial wisuda. Ia tak sabar mengamalkan ilmu perkuliahannya dalam karier lembaga pendidikan secara profesional dan empatik. Semoga ilmu yang didapatkan berkah dan sukses selalu.[AF.Red]
Nama : Silva Paris Tyana, S.Pd.
Alamat : Tabanan, Bali
Alumni : MA Unggulan Nuris Jurusan PK, tahun 2022
Kuliah : Universitas islam negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
