Bercita-cita Menjadi Seorang Dokter dengan Mendalami Sains, Bahasa Asing, hingga Kitab Kuning
Pesantren Nuris – Curilla Aurin Dhiya’ul Auliyah turut serta dalam peraihan prestasi tingkat nasional dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2026 pada 03 Mei 2026 lalu. Ia mempersembahkan medali perunggu olimpiade bahasa Inggris pada kompetisi bergengsi yang berlangsung secara daring oleh PUSKASNAS tersebut.
Torehan prestasi yang diraih oleh santri cerdas asal Ajung, Jember ini bukanlah kali yang pertama. Pasalnya, ia pernah meraih prestasi membanggakan lainnya seperti, medali perak olimpiade kedokteran nasional ajang IYSC tahun 2026 dan medali perunggu olimpiade kedokteran nasional ajang OSPENAS tahun 2026.
“Saya memang menyukai pelajaran sains dan bahasa Inggris sebab saya bercita-cita menjadi seorang dokter. Beruntungnya belajar di MA Unggulan Nuris turut mendukung bakat dan minat saya sehingga dapat mengembangkan diri dan menumbuhkan mentak juara. Saya berharap dapat terus mengembangkan potensi diri dan kelak bisa kuliah kedokteran.” Tukas putri dari bapak Dwi Sampurno dan ibu Henni Liftiyani ini.
(baca juga: Santri Zaman Now Raih Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Dong, Amelia Bikin Bangga MA Unggulan Nuris)
Proses kompetisi bertajuk KSN 2026 ini dilalui dengan media laboratorium komputer lengkap dengan jaringan internet. Suasana lomba dibuat steril agar hasil pengerjaan lomba berjalan tertib dan murni. Sekitar 50 soal bertipe pilihan ganda harus dituntaskan dalam waktu maksimal 90 menit. Ratusan peserta tampak terlihat memperebutkan medali kebanggaan dalam ajang tersebut.
“Tetaplah berusahan untuk menggapai masa depan yang cerah” menjadi prinsip dan motivasi Curilla untuk terus berprestasi. Di sela padatnya kegiatan sekolah, ekskul, dan pendidikan diniyah remaja kelahiran Desember 2009 ini memanfaatkan waktu luang dengan membaca novel. Baginya membaca buku novel bukan hanya refreshing, melainkan juga menambah wawasan dan pengetahuannya.
“Belajar di kelas unggulan sains terkadang ada waktu untuk jeda agar tak terlalu stricky. Saya memanfaatkan buku bacaan yang ada di perpus sekolah dan pesantren. Dari situ dapat kembali membangkitkan semangat saya untuk belajar dan juga saat ikut lomba. Saya berharap koleksi bukunya di sini juga semakin ditambah soalnya sudah saya baca semua.” kelakarnya sambil tersenyum.
Bahkan ia berharap dapat mencicipi belajar di negeri Sakura Jepang. Selama ini alumni MA Unggulan Nuris telah tersebar di beberapa negara seperti Thailand, Cina, Yaman, Yordania, dan Mesir, Curilla berharap yang pertama menembus kampus Tokyo di Jepang. Ia pun benar-benar mempersiapkan diri baik dalam pengetahuan sains maupun bahasa Inggris yang memadai.[AF.Red]
