Diam-Diam Mengguncang! Siswa Santun SMK Nuris Ini Sukses Tembus Teknologi Rekayasa Mekatronika Polije Lewat SNBT

Kesantunan dan Ketekunan Afin Membuka Jalan Kesuksesan

Pesantren Nuris – Bagi Mohammad Afin Ferdiansyah, pengumuman SNBT 2026 menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam hidupnya. Setelah melalui berbagai proses belajar dan persiapan yang tidak singkat, alumni jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Nuris Jember ini akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri. Afin resmi diterima di Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika, Politeknik Negeri Jember, sebuah capaian yang menjadi hadiah manis atas ketekunan dan kedisiplinannya selama menempuh pendidikan di sekolah dan pesantren.

Pemuda asal Gunung Malang, Sumberjambe, Jember, ini dikenal sebagai sosok yang sederhana dan tidak suka mencari sensasi. Di sekolah, ia termasuk siswa yang jarang membuat masalah. Bahkan, teman-teman dan guru mengenalnya sebagai pribadi yang tenang, santun, dan selalu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Meski tidak selalu menjadi pusat perhatian, Afin memiliki semangat belajar yang patut diacungi jempol. Ia termasuk siswa yang konsisten mengikuti pelajaran, baik teori maupun praktik. Saat teman-temannya mulai lelah atau kehilangan fokus, Afin tetap berusaha menyelesaikan tugas dan memahami materi yang diberikan guru.

(Baca juga : Langkah Kecil yang Konsisten Selama di SMK Nuris Antar Tri Dina Selesaikan Tiga Kitab Kuning)

Kebiasaan baik itu tidak hanya terlihat di sekolah. Selama mondok di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, Afin juga aktif mengikuti berbagai program pesantren. Mulai dari kegiatan mengaji, pembinaan karakter, hingga aktivitas kepesantrenan lainnya ia jalani dengan penuh kesungguhan. Baginya, belajar bukan hanya soal nilai dan ijazah, tetapi juga tentang membentuk sikap dan kepribadian yang baik.

Para guru menilai Afin sebagai siswa yang memiliki adab yang sangat baik. Ia selalu menunjukkan rasa hormat kepada guru dan karyawan sekolah. Sikap santunnya membuat banyak orang mudah mengenalnya dan merasa nyaman berinteraksi dengannya.

Keberhasilan diterima di Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika Politeknik Negeri Jember menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Program studi tersebut dikenal sebagai salah satu jurusan yang memadukan teknologi mekanik, elektronika, sistem kendali, hingga otomasi industri. Bidang ini memiliki prospek yang luas seiring berkembangnya dunia teknologi dan industri modern.

Menurut Afin, keberhasilannya tidak lepas dari dukungan orang tua, guru, dan lingkungan pesantren yang selalu memberikan motivasi untuk terus berkembang. Ia mengaku banyak belajar dari nasihat para guru tentang pentingnya menjaga semangat meskipun hasil belum terlihat.

“Saya bukan orang yang selalu paling unggul di setiap kesempatan. Tapi saya percaya, kalau kita terus menambah sedikit demi sedikit setiap hari, lama-lama hasilnya akan terkumpul menjadi sesuatu yang besar. Kadang yang membuat seseorang berhasil bukan bakatnya, tapi kesediaannya untuk tidak berhenti belajar,” tuturnya.

Keberhasilan Afin menjadi bukti bahwa pencapaian besar sering kali lahir dari proses yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten. Dari ruang kelas TKR, kegiatan pesantren, hingga perjuangan menghadapi SNBT, ia menunjukkan bahwa kesungguhan dan sikap hormat kepada guru dapat menjadi bekal berharga untuk meraih masa depan.

Kini, langkah baru telah menantinya di bangku kuliah. Dengan bekal ilmu, karakter, dan pengalaman yang diperoleh selama di SMK Nuris Jember, Mohammad Afin Ferdiansyah siap melanjutkan perjalanannya menuju cita-cita yang lebih tinggi. (MFAF.Red)

 

Nama                    : Mohammad Afin Ferdiansyah

Tahun Lulus         : 2026

Alamat                  : Gunung Malang, Sumberjambe, Jember

Lembaga              : SMK Nuris Jember

Jurusan                : Teknik Kendaraan Ringan (TKR)

Kuliah                   : Prodi Teknologi Rekayasa Mekatronika, Politeknik Negeri Jember

Riwayat Prestasi : Khatam 3 Kitab Kuning (101 Hadis, Ta’lim Muta’allim, dan Safinatunnajah)

Related Post