Visi Kelas Unggulan Kitab Kuning MA Unggulan Nuris, Membangun Generasi Qur’ani dan Bertajwid
Pesantren Nuris – MA Unggulan Nuris bukan sekadar madrasah sejuta prestasi dengan visi unggul dalam proses pendidikan holistik dan lulusan fantastik. Dengan salah satu program unggulan khususnya kitab kuning, para santri dibimbing secara intensif oleh asatid dan asatizah profesional dalam menuntaskan hafalan nazam Alfiyah ibnu Malik dengan mudah dan cepat.
Berdasarkan laporan Ustaz Hidayatullah, selaku Wakil Kepala MA Unggulan Nuris bidang pendidikan agama dan kitab kuning menyatakan, “Ini hasil koordinasi dengan guru-guru di pesantren pendidikan diniyah bahwa pencapaian santri dalam menghafalkan nazam Alfiyah semakin meningkat di tahun pelajaran 2025/2026 ini. Kami tidak hanya sekadar mengontrol dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas belajar mereka dalam mencapai hafalan yang maksimal.”
“Setiap bulan ada kontrol dan pendataan dari guru diniyah di pesantren dan guru BMK (Bimbingan Membaca Kitab Kuning) untuk menguji ketercapaian hafalan santri. Setelah mereka dibimbing lalu ada uji kualitas hafalan baru didata dan alhamdulillah tercatat rekor yang sudah khatam Alfiyah ada sekitar 29 santri, artinya hafal 1002 bait.” Imbuhnya.
(baca juga: Kuliah ke Mesir bukan Lagi sekadar Mimpi, Ayo Wujudkan Bersama MA Unggulan Nuris)
Selain data 29 santri yang telah mencapai hafalan 1002 bait nazam Alfiyah, beberapa santri lainnya juga mencapai perkembangan yang signifikan. Data lainnya yakni, 15 santri telah menghafal 750 bait, 18 santri telah menghafal 500 bait, dan 22 santri yang telah menghafal 250 bait. Dari beberapa kategori hafalan santri tersebut, total ada 84 santri MA Unggulan Nuris yang berproses mengkaji kitab Alfiyah ibnu Malik tersebut.
Nandito Chesta A., salah satu santri kelas XI A yang berhasil mengkhatamkan 1002 bait Alfiyah ibnu Malik menyatakan, “Kesempatan beasiswa platinum kitab kuning di MA Unggulan Nuris menjadi salah satu pemacu semangat saya belajar dan menjaga ritme belajar saya. Bukan materialistis, tetapi ini merupakan dukungan moral bagi saya untuk terus semangat belajar.”
Selain target khatam kitab Alfiyah ibnu Malik, para santri di kelas unggulan kitab kuning juga tengah dipersiapkan untuk mengkhatamkan kitab Fathul Qorib. Selain target kemampuan membaca kitab kuning hingga mahir, mereka juga didukung dengan pengetahuan bahasa Arab bersama dosen tugas dari Al Azhar Mesir, Syekh Luthfi.
Di kelas ungguan kitab kuning, para santri tidak hanya dibekali dengan kemampuan memahami kitab kuning, tetapi juga softskill seperti public speaking, desain grafis, hingga kemampuan menulis artikel. Setiap tahun dari lulusan program unggulan ini selalu ada yang lolos beasiswa kuliah ke Timur Tengah.[AF.Red]

