Roihan, Siswa MA Unggulan Nuris Jember, Menjaga Kalam Allah dan Menorehkan Prestasi di Berbagai Ajang Musabaqah

Roihan Robbani Farhan Menggapai Berbagai Pencapaian Gemilang di MA Unggulan Nuris Jember

Pesantren Nuris — Al-Qur’an bukan hanya kitab suci yang dibaca oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang mampu membentuk karakter, melatih kedisiplinan, dan menumbuhkan semangat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi sebagian orang, menghafal Al-Qur’an mungkin terlihat sebagai sesuatu yang berat. Namun bagi para penghafal Al-Qur’an, setiap ayat yang berhasil dihafalkan adalah bagian dari perjalanan menuju keberkahan hidup dan kebahagiaan akhirat. Salah satu sosok inspiratif yang tengah menapaki jalan mulia tersebut adalah Roihan Robbani Farhan, siswa kelas XII D MA Unggulan Nuris Jember.

Putra dari pasangan Bapak Hatimul Hasan dan Ibu Rifkah Aisyah ini merupakan salah satu santri tahfidz yang telah menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam menjaga kedekatannya dengan Al-Qur’an. Perjalanan hafalannya mencapai salah satu titik penting ketika ia berhasil menyelesaikan target hafalan dan khatam pada 16 Oktober 2023. Momen tersebut menjadi hari yang sangat bersejarah dalam hidupnya karena menjadi bukti dari perjuangan panjang yang telah dilalui selama bertahun-tahun.

Sebelum melanjutkan pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Roihan menempuh pendidikan di MTs Unggulan Nuris. Lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif menjadi salah satu faktor yang memperkuat kecintaannya terhadap Al-Qur’an. Sejak dini, ia telah terbiasa hidup dalam suasana yang dekat dengan kegiatan mengaji, belajar agama, dan menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Motivasi terbesar Roihan dalam menghafal Al-Qur’an berasal dari keinginannya untuk memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya kelak di akhirat. Motivasi tersebut menjadi sumber energi yang tidak pernah habis dalam setiap langkah perjuangannya. Baginya, tidak ada hadiah yang lebih indah selain mampu membahagiakan kedua orang tua melalui jalan Al-Qur’an.

Keinginan mulia tersebut membuatnya terus bertahan meskipun harus menghadapi berbagai tantangan selama proses menghafal. Ia menyadari bahwa menjadi seorang hafidz bukan hanya tentang menambah hafalan baru, tetapi juga tentang menjaga hafalan yang telah dimiliki agar tetap kuat dan melekat dalam ingatan.

(Baca juga : Santri, Atlet, dan Pencinta Al-Qur’an: Kafin Siswa MA Unggulan Nuris Jember Menapaki Mimpi ke Negeri Para Ulama)

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Roihan adalah rasa malas yang terkadang datang ketika harus menghafal atau murojaah. Menurutnya, kemalasan merupakan musuh yang sering dihadapi oleh hampir semua penghafal Al-Qur’an. Jika tidak dilawan, rasa malas dapat menghambat perkembangan hafalan dan menurunkan kualitas murojaah.

Karena itu, Roihan selalu berusaha mengingat kembali tujuan awalnya ketika semangat mulai menurun. Ia percaya bahwa keberhasilan dalam menghafal Al-Qur’an tidak ditentukan oleh kecerdasan semata, melainkan oleh kemampuan seseorang untuk tetap istiqomah dalam menjalani proses.

Ketika ditanya mengenai metode hafalan yang digunakannya, Roihan menjawab dengan sederhana bahwa kunci utama dari seluruh proses tersebut adalah istiqomah. Menurutnya, metode apa pun akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan secara konsisten. Sebaliknya, metode terbaik sekalipun tidak akan membawa hasil maksimal apabila dilakukan dengan setengah hati.

Prinsip istiqomah itulah yang menjadi pegangan utama dalam perjalanan tahfidznya. Ia berusaha untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari, baik melalui hafalan baru maupun murojaah terhadap ayat-ayat yang telah dihafalkan sebelumnya.

Kesungguhan Roihan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Ia berhasil meraih berbagai prestasi dalam bidang Musabaqah Hifzhil Qur’an di tingkat sekolah, kabupaten, hingga nasional.

Salah satu prestasi yang berhasil diraihnya adalah Juara 3 MHQ Putra dalam ajang OLIMPIQU 2025 tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh PTQ Al-Azhar Ledokombo. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kualitas hafalan yang dimilikinya mampu bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai lembaga pendidikan lainnya.

Tidak hanya itu, Roihan juga berhasil meraih Juara 3 Musabaqah Hifzhil Qur’an 5 Juz dalam ajang MANBA’AN II tingkat sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris. Keberhasilan tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu santri tahfidz berprestasi di lingkungan madrasah.

Prestasi membanggakan lainnya adalah keberhasilannya meraih Juara 2 MHQ 5 Juz tingkat Kabupaten. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan kemampuan yang terus berkembang seiring dengan konsistensi murojaah dan latihan yang dilakukannya.

Tidak berhenti di tingkat daerah, Roihan juga mampu mengharumkan nama lembaga di tingkat nasional dengan meraih Juara 3 MHQ 3 Juz tingkat Nasional. Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat membanggakan karena menunjukkan bahwa santri MA Unggulan Nuris Jember mampu bersaing secara kompetitif di tingkat yang lebih luas.

Berbagai penghargaan yang berhasil diraih tidak membuat Roihan berpuas diri. Sebaliknya, ia justru semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan memperbaiki dirinya. Ia menyadari bahwa prestasi hanyalah bonus dari proses panjang yang telah dijalani dengan sungguh-sungguh.

Ke depan, Roihan memiliki harapan yang sederhana namun sangat bermakna. Ia berharap Allah SWT selalu memberinya kekuatan untuk istiqomah menjaga kalam-Nya. Baginya, keberhasilan terbesar bukanlah memenangkan perlombaan, melainkan mampu menjaga hafalan Al-Qur’an hingga akhir hayat.

Selain memiliki komitmen kuat terhadap Al-Qur’an, Roihan juga memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang dosen. Ia ingin melanjutkan pendidikan setinggi mungkin dan membagikan ilmu yang dimiliki kepada generasi berikutnya. Cita-cita tersebut selaras dengan kecintaannya terhadap dunia pendidikan dan semangatnya dalam menebarkan manfaat kepada sesama.

Pesan motivasi yang selalu dipegang Roihan berasal dari hadis Rasulullah SAW yang berbunyi, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Hadis tersebut menjadi prinsip hidup yang terus menginspirasinya untuk tidak hanya belajar Al-Qur’an, tetapi juga berusaha menyebarkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain.

Roihan Robbani Farhan menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak lahir dari bakat semata, melainkan dari ketekunan, kesabaran, dan istiqomah dalam menjalani proses. Melalui Al-Qur’an, ia belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga perjalanan Roihan Robbani Farhan senantiasa dipenuhi keberkahan, diberikan kemudahan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, dimudahkan meraih cita-citanya menjadi dosen, serta terus menjadi inspirasi bagi para santri dan generasi muda untuk mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. [LA.Red]

 

Nama              : Roihan Robbani Farhan

Cita2               : Dosen

Lembaga        : MA Unggulan Nuris Jember

Kelas Formal : XII D

Prestasi          : Khatam 30 Juz Al-Qur’an

Related Post