Ungkap Kesehatan Mental Remaja, Ahmad Juliansyah Sabet Predikat Best Persuasion Speech FPIP Edufair 2026

Kritis Tanggapi Pola Pergaulan Remaja, Berikan Solusi untuk Lepas dari Jeratan Mental dari Bilik Pesantren

Pesantren Nuris – Gejolak kesehatan mental di era digital semakin fatal khususnya di kalangan usia remaja. Hal ini tak luput dari perhatian Ahmad Juliansyah Putra, santri kelas X F MA Unggulan Nuris hingga menulis naskah pidato (speech) berkelas yang dibawakannya dalam ajang FPIP Edufair 2026 tingkat nasional di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada  31 Mei 2026 kemarin.

Dari keprihatinannya sebagai seorang remaja, gagasan solutif tentang kesehatan mental diungkapkannya dengan pembawaannya yang atraktif dalam perlombaan speech yang berlangsung secara daring tersebut. Predikat Best Persuasion Speech pun layak disematkan kepadanya di antara puluhan naskah speech dari peserta lainnya.

“Saya tetap bangga meski sebenarnya masih berharap dapat menjadi juara 3 besar. Predikat ini pun cukup membuat saya puas bahwa gagasan saya sebagai seorang santri dengan berbagai peraturan dan pola pembelajaran yang tak sama dengan siswa yang tak mondok, tentunya tingkat stress lebih representatif, tetapi tetap bisa mengelola mental yang baik.” Tukas Juliansyah, sapaan akrabnya.

Melalui hasil bacaan dari berbagai referensi dan diskusi bersama teman serta guru pembimbing, santri kelahiran Juli 2009 ini mampu merampungkan naskah dengan baik sebelum ditampilkan dalam perlombaan. Ia hanya memiliki waktu sekitar 2 hari untuk melatih ekspresi dan pelafalan lalu membuat video sesuai ketentuan panitia hingga dikirimkan.

(baca juga: Jawara Fisika KSN 2026, Hafriza Qori’ Bikin Bangga MA Unggulan Nuris)

“Menulisnya memang butuh waktu apalagi dengan bahasa Inggris, saya juga perlu mengoreksi pola kalimat yang tepat. Dengan hasil ini, saya rasa perlu meningkatkan kemampuan membawakan naskah yang bagus ini dengan lebih percaya diri. Karena ini kan lomba, jadi naskah dan yang membawakan harus benar-benar sempurna.” Imbuhnya.

Meski belum berhasil meraih juara utama dalam ajang FPIP Edufair 2026 ini, putra bapak Joni Fatahillah dan ibu Fina Elviliana tak patah arang. Justru ia berjanji akan lebih melatih kemampuannya dalam berorasi berbahasa Inggris dengan lebih baik. Dikenal sebagai santri yang tekun dan eksploratif, para guru yakin ia bisa meraih prestasi ini di masa depan.

Apalagi sebelum torehan prestasi sebagai best persuasion speech ini, ia sudah pernah meraih medali perak olimpiade bahasa Indonesia KSN, medali perunggu olimpiade bahasa Inggris KSN, dan Juara 1 Pidato bahasa Inggris di tingkat Yayasan Nurul Islam Jember. Baginya, berbagai pengalaman kompetisi yang dilalui menjadi rekam jejak jam terbang yang harus selalu dapat ditingkatkan.[AF.Red]

 

 

Related Post