Airul Tutup Perjalanan di SMK Nuris dengan Prestasi Kitab
Pesantren Nuris – Mengkhatamkan kitab kuning bukanlah capaian yang dapat diraih dalam waktu singkat. Dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan kesabaran untuk memahami setiap materi yang dipelajari. Hal itulah yang berhasil dibuktikan oleh Airul Arva Janwari, alumni jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember asal Mumbulsari, Jember. Selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, Airul sukses menamatkan tiga kitab kuning sebagai salah satu pencapaian terbaiknya. Ketiga kitab tersebut adalah 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah.
Prestasi tersebut menjadi bukti kesungguhannya dalam menjalani kehidupan sebagai santri sekaligus siswa SMK. Di tengah padatnya jadwal pembelajaran kejuruan, praktik komputer dan jaringan, serta berbagai aktivitas sekolah, Airul tetap istiqamah mengikuti pengajian kitab hingga tuntas.
Bagi Airul, kitab kuning bukan sekadar materi yang harus dipelajari untuk memenuhi target kelulusan. Setiap halaman yang dibaca menghadirkan pelajaran tentang akhlak, adab, tanggung jawab, dan cara memandang kehidupan dengan lebih bijaksana. Nilai-nilai itulah yang menurutnya menjadi bekal paling berharga ketika kelak terjun ke tengah masyarakat.
(Baca juga : Tiga Kitab Kuning Tuntas, Pengabdian Dimulai : Langkah Mulia Dipilih Fatima, Siswi SMK Nuris Jember)
Di lingkungan pesantren, Airul dikenal sebagai santri yang pendiam. Ia bukan tipe siswa yang banyak berbicara atau menonjolkan diri. Namun, di balik sikapnya yang tenang, tersimpan semangat belajar yang tinggi. Ia selalu berusaha hadir dalam setiap pembelajaran kitab, mencatat penjelasan ustaz, lalu mengulang kembali materi secara mandiri agar pemahamannya semakin kuat.
Ketekunan itulah yang mengantarkannya berhasil mengkhatamkan tiga kitab kuning hingga akhir masa pendidikan di SMK Nuris Jember. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian yang paling membanggakan bagi dirinya karena diraih melalui proses panjang yang penuh kedisiplinan.
Menurut para guru, Airul merupakan sosok yang menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu harus ditampilkan dengan banyak bicara. Ia lebih memilih membuktikan kesungguhannya melalui konsistensi dalam belajar dan sikap hormat kepada para guru. Karakter tersebut membuatnya mampu menjalani pendidikan formal dan pendidikan pesantren secara seimbang.
Bekal ilmu agama yang diperoleh dari pembelajaran kitab juga membentuk kebiasaannya untuk bersikap teliti dan bertanggung jawab. Nilai-nilai itu kemudian turut mendukung perjalanan akademiknya di sekolah. Sebagai siswa jurusan TKJ, Airul mampu menunjukkan prestasi yang baik hingga akhirnya diterima di Politeknik Negeri Jember melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Saya merasa kitab mengajarkan cara menjaga langkah sebelum mengajarkan cara mengejar tujuan. Ilmu agama membuat saya belajar menghargai proses, sedangkan ilmu di sekolah mengajarkan cara berkarya. Ketika keduanya berjalan bersama, saya yakin perjalanan ke depan akan terasa lebih bermakna,” tutur Airul.
Keberhasilan Airul Arva Janwari mengkhatamkan tiga kitab kuning menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu berjalan selaras dengan pendidikan vokasi. Ketekunan yang ia bangun selama belajar kitab tidak hanya membentuk wawasan keagamaan, tetapi juga melahirkan karakter disiplin dan tangguh yang mengantarkannya meraih prestasi akademik hingga diterima di perguruan tinggi negeri. Kisah Airul menjadi inspirasi bahwa ilmu agama adalah fondasi yang akan menguatkan setiap langkah menuju masa depan. (MFAF.Red)
Nama : Airul Arva Janwari
Kelas : XII TKJ
Alamat : Lengkong, Mumbulsari, Jember
Hobi : Membaca
Cita-cita : Pengusaha sukses
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
