Tiga Kitab Kuning Tuntas, Pengabdian Dimulai : Langkah Mulia Dipilih Fatima, Siswi SMK Nuris Jember

Fatima Buktikan Bahwa Ilmu Terbaik Adalah yang Diamalkan

Pesantren Nuris – Menuntut ilmu hingga tuntas menjadi salah satu perjalanan berharga yang dijalani Fatima Azzahra Fitri, siswi kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember. Berasal dari Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti, Jember, Fatima berhasil menorehkan prestasi dengan mengkhatamkan tiga kitab kuning selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Capaian tersebut menjadi bukti kesungguhannya dalam memadukan pendidikan formal dan pendidikan pesantren.

Selama menjadi santri, Fatima dikenal sebagai sosok yang ceria dan mudah bergaul. Senyum yang selalu menghiasi wajahnya membuat ia akrab dengan teman-teman maupun para guru. Di balik kepribadiannya yang hangat, Fatima memiliki semangat belajar yang tinggi, terutama dalam mengikuti pembelajaran kitab kuning yang menjadi salah satu ciri khas pendidikan di Pesantren Nuris Jember.

Keberhasilannya menamatkan tiga kitab kuning, yaitu 101 Hadis, Ta’lim Muta’allim, dan Safinatunnajah, bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Dibutuhkan kedisiplinan, kesabaran, dan komitmen untuk mengikuti setiap rangkaian pembelajaran yang berlangsung selama bertahun-tahun. Di tengah padatnya aktivitas sebagai siswi SMK dengan berbagai tugas akademik dan praktik kejuruan, Fatima tetap berusaha meluangkan waktu untuk mendalami kitab bersama para ustaz dan ustazah.

(Baca juga : Kompak Tanpa Sekat, Siswa dan Guru SMK Nuris Jember Bersinergi dalam Aksi Senam dan Bersih-Bersih Usai ASAS Genap)

Baginya, mempelajari kitab kuning bukan sekadar mengejar target kelulusan. Setiap materi yang dipelajari menjadi bekal untuk memahami nilai-nilai Islam sekaligus membentuk karakter yang lebih baik. Dari kitab-kitab yang dipelajari, ia belajar tentang adab, tanggung jawab, keikhlasan, dan pentingnya terus menuntut ilmu sepanjang hayat.

Prestasi tersebut menjadi salah satu bekal berharga ketika menyelesaikan masa pendidikannya di SMK Nuris Jember. Setelah lulus, Fatima memilih untuk melanjutkan pengabdiannya di Pondok Pesantren Nuris Jember sebagai pengurus. Keputusan itu lahir dari keinginannya untuk memberikan kontribusi kepada pesantren yang telah menjadi tempatnya bertumbuh, belajar, dan menempa karakter selama beberapa tahun terakhir.

Sebagai pengurus pesantren, Fatima kini turut membantu berbagai kegiatan kepesantrenan dan mendampingi para santri. Pengalaman yang diperolehnya selama menjadi santri menjadi modal penting untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Menurut Fatima, mengabdi merupakan cara sederhana untuk membalas kebaikan para guru dan pesantren yang telah membimbingnya selama ini. Ia percaya bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika diamalkan dan dibagikan kepada orang lain.

“Saya selalu percaya bahwa belajar tidak berhenti ketika kita lulus. Justru setelah itu, tantangannya adalah bagaimana menjaga ilmu tetap hidup melalui pengabdian dan kebiasaan berbagi. Tiga kitab yang saya khatamkan bukanlah garis finish, melainkan pengingat bahwa masih banyak ilmu yang harus terus dicari dan diamalkan,” ungkap Fatima.

Keberhasilan Fatima Azzahra Fitri mengkhatamkan tiga kitab kuning sekaligus memilih mengabdi di Pondok Pesantren Nuris Jember menjadi potret nyata bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh prestasi, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian. Semangat belajarnya, dipadukan dengan sikap ceria dan jiwa pengabdian, menjadikan Fatima sebagai salah satu alumni yang menginspirasi. Kisah Fatima menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari dengan sungguh-sungguh akan menemukan maknanya ketika diwujudkan dalam tindakan nyata untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. (MFAF.Red)

 

Nama         : Fatima Azzahra Fitri

Kelas          : XII TKJ

Alamat      : Serut, Panti, Jember

Hobi          : membaca

Cita-cita   : pendakwah

Lembaga : SMK Nuris Jember

Prestasi   : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)

Related Post