Jauh dari Keluarga Tak Menggentarkan Hati Krisna
Pesantren Nuris – Menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman bukanlah hal yang mudah. Namun, tantangan tersebut justru menjadi ruang bertumbuh bagi Krisna Af’alul Khoer, siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember. Pemuda asal Dusun Dwipa Karya, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan mengkhatamkan tiga kitab kuning selama belajar di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember.
Berada jauh dari keluarga tidak membuat Krisna kehilangan semangat belajar. Justru selama menjadi santri, ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendalami ilmu agama melalui pembelajaran kitab kuning yang menjadi bagian penting dari pendidikan di Pesantren Nuris Jember. Dengan ketekunan dan kedisiplinan yang ia bangun sejak awal, Krisna mampu menyelesaikan pembelajaran tiga kitab kuning hingga tuntas, yaitu 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah.
Di lingkungan sekolah maupun pesantren, Krisna dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Ia jarang menjadi pusat perhatian dan lebih memilih menunjukkan kesungguhannya melalui tindakan. Dalam setiap kegiatan pengajian, ia selalu berusaha mengikuti penjelasan para ustaz dengan saksama, kemudian mengulang kembali materi yang telah dipelajari agar pemahamannya semakin kuat.
(Baca juga : Banyak Belajar Komputer di SMK Nuris Jember, Fahmi Justru Paling Bangga Bisa Khatam 3 Kitab Kuning)
Menurut Krisna, mengkhatamkan kitab kuning bukan sekadar menyelesaikan bacaan. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi perjalanan panjang untuk melatih kesabaran, keistiqamahan, serta membangun kebiasaan mencintai ilmu. Baginya, setiap halaman kitab menghadirkan pelajaran yang tidak hanya memperkaya wawasan keislaman, tetapi juga membentuk cara berpikir dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari.
Kesibukannya sebagai siswa jurusan TKJ tidak menjadi penghalang untuk tetap aktif mengikuti pembelajaran pesantren. Ia mampu membagi waktu antara praktik komputer, tugas sekolah, dan kegiatan mengaji. Kemampuan menjaga keseimbangan itulah yang akhirnya mengantarkannya meraih prestasi di dua bidang sekaligus, yaitu pendidikan keagamaan dan pendidikan formal.
Keberhasilan mengkhatamkan tiga kitab kuning kemudian dilengkapi dengan pencapaian akademik yang membanggakan. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Nuris Jember, Krisna diterima di Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Baginya, kesempatan tersebut merupakan langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah ia pelajari selama mondok.
Krisna mengaku bahwa pengalaman belajar kitab menjadi bekal penting yang akan selalu ia bawa ke mana pun melangkah. Menurutnya, ilmu agama memberikan arah agar setiap pengetahuan yang dipelajari dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
“Saya merasa kitab mengajarkan satu hal yang sering terlupakan. Ilmu agama membuat saya selalu ingat untuk tidak tergesa-gesa mengejar tujuan tanpa menjaga adab dan niat. Bekal itu jauh lebih berharga daripada apa pun yang saya capai sampai hari ini,” ungkap Krisna dalam sebuah wawancara singkat.
Keberhasilan Krisna Af’alul Khoer menjadi bukti bahwa keterbatasan jarak dari keluarga bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan ketekunan yang dijalani dalam diam, ia berhasil mengkhatamkan tiga kitab kuning sekaligus membuka gerbang menuju perguruan tinggi negeri. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa proses belajar yang dilakukan dengan penuh kesabaran akan melahirkan hasil yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberi makna bagi perjalanan hidup seseorang. (MFAF.Red)
Nama : Krisna Af’alul Khoer
Kelas : XII TKJ
Alamat : Simpang Raya, Kabupaten Banggai
Hobi : belajar komputer
Cita-cita : ahli teknologi
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
