Bercita-Cita Kuliah ke Mesir dengan Beasiswa, Dalami Kitab Kuning dan Bahasa Arab sebagai Bekal Raih Impian
Pesantren Nuris – Inda Maula Yalila bukan nama baru dalam rekor prestasi di Pesantren Nuris Jember. Ia telah berhasil menggenggam beberapa piala baca kitab dan hafalan nazam serta kini berhasil meraih medali emas di kancah nasional dalam ajang Olimpiade Sains Hardika (OSH) 2026 pada mata pelajaran sosiologi pada 03 Mei 2026 lalu.
Meski bergelut dengan bahasa Arab dan pembelajaran kitab kuning, santri asal Tegal Gede, Sumbersari, Jember ini menyukai pembelajaran sosiologi yang baru dikenalnya pada kelas X A MA Unggulan Nuris. Rasa penasarannya pun membuncah saat mendapatkan informasi ajang OSH sehingga turut serta mendaftar dan berjibaku dengan ratusan peserta lainnya.
“Lombanya kan online, jadi ini kesempatan bagi saya untuk ikut, kan tak perlu biaya akomodasi untuk ikut. Alhamdulillah meski belajar seadanya, tetapi tetap serius dan dikerjakan sungguh-sungguh akhirnya dapat medali emas. Waktunya sekitar 60 menit mengerjakan soal pilihan ganda, semuanya dapat dikerjakan dengan lancar.” Tukas Inda, sapaan akrabnya.
(baca juga: Kualitas Tahfizul Qur’an MA Unggulan Nuris Berkelas, Taklukkan MTQ 2026 Tingkat Provinsi Bali)
Perlombaan yang diselenggarakan oleh PUSKASNAS ini menjadi ajang rutinan nyaris setiap bulan diadakan dengan tajuk kompetisi yang berbeda. Bagi santri MA Unggulan Nuris, ajang ini dijadikan sebagai uji mental dan evaluasi belajar yang cukup efektif. Pasalnya, mereka menjadikan lomba ini sebagai tolok ukur pembelajaran di kelas sehingga diikuti tanpa beban dan tetap menyenangkan.
“Ikut lomba ini seru banget sih. Saya kan belajar di kelas unggulan kitab kuning, rasio belajar sosiologi tak terlalu banyak, tetapi bersyukur masih bisa kompetitif. Dengan pengalaman juara ini semoga tak membuat saya mudah puas sehingga akan banyak prestasi lainnya yang akan saya kejar.” Tambah remaja kelahiran September 2020 tersebut.
Inda dikenal sebagai santriwati cerdas yang tekun dalam belajar. Berbagai prestasi bergengsi pernah ia raih seperti peringkat 1 kelas diniyah di pesantren, juara 1 MHN (musabaqah hifdzun nadzam) Imrithy, juara 1 cerdas cermat Taqrib, dan juara 3 MQK (musabaqah qiroatil kutub) Taqrib.
(baca juga: Rekonstruksi Dongeng Roro Jonggrang ala Santri MA Unggulan Nuris bikin Juara 2 Story Telling FPIP Edufair 2026)
Tak cukup di situ, ia juga pernah meraih medali perunggu olimpiade biologi tingkat nasional, medali emas sosiologi KSN 2026, hingga berhasil mengkhatamkan lebih dari 10 kitab kuning dan menghafal 2 juz Al Qur’an sejak di bangku MTs Unggulan Nuris.
Memilih MA Unggulan Nuris setamat dari madrasah tsanawiyah baginya keinginan yang tercapai sebab sarana belajar dan program unggulannya sangat mendukung impiannya untuk kuliah ke Universitas Al Azhar Mesir. Pembelajaran kitab kuning, bahasa Arab, dan Al Qur’an sangat representatif di MA Unggulan Nuris mendukung peningkatan kompetensinya untuk bersaing merebut kursi beasiswa ke Timur Tengah.
“Setiap lomba saya itu tak selalu sukses juga makanya harus terus belajar dan meningkatkan kualitas belajar saya. Suasana belajar di pondok yang mendukung membuat saya dan teman-teman terus kompetitif. Semoga semakin banyak prestasi yang akan diraih.” Tutup putri bapak Suyadi dan ibu Holila tersebut.[AF.Red]
