Dedikasikan Hafalan Kitab demi Orang Tua, Mutiara Berbakat Asal Tegalsari Ini Siap Songsong Impian Jadi Dokter
Pesantren Nuris – Menjaga kelestarian khazanah keilmuan Islam melalui hafalan teks klasik merupakan pilar utama pembentukan karakter santri yang tangguh dan berwawasan luas. Dalam momentum kelulusan tahun ajaran ini, MTs Unggulan Nuris Jember kembali mengetengahkan profil santriwati yang sarat akan prestasi akademis dan spiritual dari kelas IX H. Siti Sahwa Dwi Aqilla, siswi yang dikenal tekun, sukses menuntaskan seluruh target hafalan barisan kitab utama kepesantrenan dengan hasil yang sangat membanggakan.
Gadis cerdas berpikiran visioner yang akrab dipanggil Sahwa ini menatap masa depannya dengan cita-cita mulia di dunia medis. Lahir dan tumbuh di kawasan Tegalsari, Ambulu, Jember, siswi yang memiliki kegemaran menulis ini mematok target untuk melanjutkan studi ke jenjang tinggi demi meraih profesi sebagai seorang Dokter. Bagi Sahwa, aktivitas menulis membantunya merapikan pola pikir, sementara kedisiplinan yang ia serap dari bilik pesantren akan menjadi modal empati yang kuat saat kelak mengabdi sebagai tenaga kesehatan di tengah masyarakat.
Kapasitas intelektual Sahwa di bidang literasi kitab dan Al-Quran telah teruji sahih melalui portofolio prestasinya yang impresif. Ia sukses mencatatkan namanya sebagai Juara 3 Lomba Tartil di tingkat sekolah serta berhasil meraih Juara 1 Lomba Taqrib antarlembaga SMP-MTs. Keberhasilan kompetisi ini berjalan beriringan dengan ketuntasannya mengkhatamkan hafalan rangkaian kitab rujukan pilar madrasah, mulai dari Taqrib, Ta’lim Muta’alim, Kaylani, Amtsilah Tashrifiyah, Tarbiyatul Sibyan, Aqidatul Awam, Imrithi, Hujjah NU, Jauharat At-Tauhid, Hidayatul Bariyah, Al-Quran (Hidayatus Sibyan), hingga materi fikih 1.
(Baca juga : Siswa MTs Unggulan Nuris Sabet Juara 2 Sains di Ajang Lomba Tingkat Kabupaten)
Kendati sarat akan prestasi publik, Sahwa tetap melewati fase perjuangan akademis yang menuntut konsistensi tingkat tinggi di asrama. Ia menceritakan bahwa kerikil tantangan terbesar dalam studinya muncul saat proses menjaga kualitas hafalan teks yang sudah dikuasainya. Titik paling menyulitkan yang ia rasakan selama di asrama adalah pada saat melakukan aktivitas murojaah atau mengulang kembali hafalan-hafalan lama agar tidak mudah terlupa di kemudian hari.
Namun, tantangan tersebut berhasil ia redam berkat prinsip hidup dan baktinya yang mendalam kepada keluarga. Motivasi batin untuk menghargai peluh orang tua menjadi bahan bakar utamanya untuk terus bertahan. Sahwa selalu menanamkan kesadaran dalam dirinya bahwa perjuangan yang sedang ia lalui saat ini tidak boleh disia-siakan, ia harus selalu ingat dengan kedua orang tua yang senantiasa mengusahakan apa yang ia inginkan melalui kerja keras mereka, sehingga ia berkomitmen mengutamakan niat mencari ilmu untuk masa depan.
Menutup lembaran studinya di jenjang madrasah tsanawiyah, Sahwa merefleksikan pengalamannya sebagai sebuah proses yang membahagiakan karena bisa melihat usaha selama ini berbuah manis dengan mengkhatamkan beberapa kitab. Ia menyampaikan pesan penuh rasa syukur atas kesempatan belajar kitab dan agama di lembaga ini. Ke depannya, Sahwa menaruh harapan progresif agar dirinya bisa selalu istiqomah mengamalkan ilmu yang didapat dari pondok ke lingkungan masyarakat, serta berharap agar sekolahnya menjadi lebih baik lagi ke depannya dan melahirkan generasi hafidzah yang membanggakan orang tua. {SM.RED}
Nama Lengkap : Siti Sahwa Dwi Aqilla
Alamat Asal : Tegalsari, Ambulu, Jember
Lembaga : MTs Unggulan Nuris Jember (Kelas IX H)
Prestasi : Khatam 12 Kitab (Taqrib, Ta’lim Muta’alim, Kaylani, Amtsilah Tashrifiyah, Tarbiyatul Sibyan, Aqidatul Awam, Imrithi, Hujjah NU, Jauharat At-Tauhid, Hidayatul Bariyah, Al-Quran (Hidayatus Sibyan), dan fikih 1)
Riwayat Prestasi : Juara 3 Lomba Tartil tingkat sekolah dan Juara 1 Lomba Taqrib antarlembaga SMP-MTs.
