Termotivasi untuk Membanggakan Kedua Orang Tua, Belajar Lampaui Batas di Semua Bidang Keilmuan
Pesantren Nuris – Nahlatul Jabil Aqso dikenal sebagai santriwati cerdas dan penuh semangat dalam belajar. Dengan kedisiplinan dan doa restu kedua orang tua menjadi lecutan motivasi tersendiri baginya untuk selalu ambil bagian dalam berbagai kesempatan positif yang dilaluinya, termasuk yang terkini ajang berlevel nasional bertajuk Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2026 yang diselenggarakan pada 03 Mei 2026 lalu.
Di ajang KSN 2026 yang diselenggarakan oleh PUSKASNAS secara daring tersebut mampu ia taklukkan dengan perolehan medali perunggu olimpiade bahasa Inggris. Mengerjakan 50 soal rumit dalam waktu 60 menit dengan penuh percaya diri menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Baginya, tiada alasan tak memaksimalkan kesempatan meraih medali dengan bertarung penuh kegigihan.
“Saya kan memang mengikuti kegiatan ekskul TOEFL di MA Unggulan Nuris. Kesempatan mengikuti olimpiade bahasa Inggris ini saya jadikan latihan dan memaksimalkan kemampuan saya dalam mengerjakan soal-soal susah. Saya sepertinya harus meningkatkan kemampuan lagi sebab harus puas dengan medali perunggu.” Ucap Nahlatul, sapaan akrabnya.
(baca juga: Strategi Ciamik, Daya Serang Buas, Tim Futsal MA Unggulan Nuris Juarai PORSENI UIJ 2026)
Sejak di bangku sekolah menengah pertama sebelumnya, remaja asal Karanganyar, Ambulu, Jember ini memang kerap meraih peringkat 1 paralel. Di MA Unggulan Nuris, ia juga merupakan meraih peringkat terbaik di kelasnya. Selain peraih peringkat kelas terbaik, ia juga pernah mempersembahkan medali emas olimpiade Fikih nasional ajang OMAPSI.
Tak hanya berkutat pada dunia akademik, santriwati cerdas kelahiran Jember, Desember 2009 ini juga sedang menempa dirinya dalam menghafalkan Al Qur’an. Saat ini ia telah menghafalkan juz 30. Di sela kegiatan belajar di pesantren atau pun sekolah, ia berharap dapat memaksimalkan waktu dengan tetap menghafalkan ayat-ayat suci.
Ustazah Qonita, selaku Wali Kelas XI B MA Unggulan Nuris menyatakan, “Saya mengucapkan selamat dan bangga bahwa anak didik kami telah berhasil melakukan yang terbaik. Semoga tak mudah puas dan selalu istikamah mengejar impian dan terus belajar meningkatkan kompetensi diri. Saya yakin para santri memiliki ruang yang sama untuk berkreativitas.”[AF.Red]
