Nurul Qur’ani Ma’rufah Banggakan MA Unggulan Nuris Juarai Olimpiade Fikih Nasional OMAPSI 2026

Tak sekadar Peringkat Terbaik di Kelas, Santri Asal Bangsalsari Buktikan Mampi Bersaing di Kancah Nasional

Pesantren Nuris – Semangat belajar di pesantren bukan hanya soal menempa diri dalam ilmu agama secara akademis maupun kemampuan sosial lainnya. Para santri memiliki kesempatan yang khas dan terukur dalam meraih prestasi gemilang dalam berbagai bidang baik dalam bidang mata pelajaran umum maupun kepemimpinan bahkan keolahragaan.

Nurul Qur’ani Ma’rufah memahami kesempatan belajar di pesantren secara terbuka dan inovatif. Pasalnya, meski berada di kelas unggulan kitab kuning di MA Unggulan Nuris, ia tercatat telah meraih berbagai prestasi gemilang di berbagai mata pelajaran umum seperti sosiologi dan matematika. Tak tanggung-tanggung, prestasi yang diraihnya bukan berlevel lokal, tetapi nasional.

Santri yang kini duduk di kelas XI A MA Unggulan Nuris ini yang terbaru menyabet medali perak olimpiade fikih tingkat nasional di ajang OMAPSI 2026 yang diselenggarakan oleh OLIMNUS X Dema FDK UIN Sunan Gunung Jati, Bandung pada 16 Mei 2026 lalu. Prestasi ini menegaskan kompetensi terbaiknya di bidang fikih yang menjadi keunggulannya.

Sebelumnya, ia pernah meraih medali perak mata pelajaran sosiologi ajang PUSKASNAS dan medali perak olimpiade matematika dalam penyelenggara yang sama di awal tahun 2026 lalu. Kedua prestasi membanggakan ini berlevel nasional. Baginya, dalam merdeka belajar, ia menyukai tantangan dan berusaha memanfaatkan kesempatan untuk menempa diri bahkan prestasi.

(baca juga: Juarai LKTI Moderasi Beragama 2026 Tingkat Provinsi, Geliat Prestasi Santri MA Unggulan Nuris Bidang Literasi)

Putri bapak Abdul Hamid dan ibu Hamiyatul Jannah ini memang selalu membanggakan sejak awal berada di MA Unggulan Nuris. Di kelas diniyah pesantren, ia juga dinobatkan sebagai peraih peringkat terbaik kedua di akhir semester genap tahun 2026 ini. Tak cukup di situ, ia juga merupakan peraih juara kelas di kelas X A pada bulan Juli 2026 lalu. Mantap banget kan ya?

Di tengah padatnya kegiatan sekolah dan pesantren, santri kelahiran Juni 2009 ini juga memanfaatkan kesempatan belajar lainnya dengan menghafalkan Al Qur’an. Kali ini hafalannya sudah berjalan 4 juz. Ia berharap dapat terus meningkatkan hafalannya hingga 30 juz selama berada di MA Unggulan Nuris. Apalagi targetnya kelak dapat belajar ushuludin di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

“Semua yang saya lakukan adalah atas restu dan doa kedua orang tua saya. Semoga ini dapat membanggakannya. Tetap rendah hati dan terus menempa diri untuk melakukan yang terbaik. Saya juga tengah mengejar target khatam nazam Alfiyah ibnu Malik sebelum lulus dari MA Unggulan Nuris. Belajar juga bahasa Arab semoga kelak bisa kuliah ke Mesir.” Tukasnya.[AF.Red]

 

 

Related Post