Dosen Ma’had Aly Nurul Islam Jember Terpilih sebagai Pemakalah International Annual Conference on Fatwa MUI Studies 2026

Kesempatan Menyampaikan Gagasan Ilmiah secara Kritis di Hadapan Para Pemikir atas Realitas Aktual

Pesantren Nuris – Keluarga besar Pesantren Nuris Jember, khususnya sivitas akademika Ma’had Aly Nurul Islam (Nuris) Jember turut berbangga atas terpilihnya salah satu dosennya bernama As’ad Humam, M.Ag. dinyatakan lolos sebagai pemakalah terpilih dalam konferensi berlevel internasional bertajuk International Annual Conference on Fatwa MUI Studies 2026.

Kesempatan menjadi pemakalah terpilih tersebut tak didapatkan dengan mudah. Pasalnya, ustaz As’ad, sapaan akrabnya, harus bersaing dengan ratusan penulis lainnya. Setelah sekitar sepekan, akhirnya gagasan ilmiah berjudul “Akuntabilitas Alokasi APBN untuk Pengadaan Hewan Kurban Kepresidenan: Analisis Tahqiq al Manat dan Fiqh al Awiawiyat” sukses dituntaskan dan mendapatkan kesempatan hadir ke Jakarta pada 26—28 Juli 2026 .

Melalui riset dan telaah mendalam sebagai upaya untuk menanggapi realitas aktual yang sempat menjadi perdebatan kontroversial, karya tulis ilmiah ini menanggapi secara kritis tentang hewan kurban yang diakui dari presiden dengan dana APBN. Sebagai lulusan takhassus fikih, Ustaz As’ad mengupas problematika ini dengan gamblang dan mendalam.

(baca juga: Geliat Literasi Mahasantri Ma’had Aly Nuris Jember dalam Bincang Santai Mahasantri Bersama KH. Qutub Izzidin)

“Tentu ini kesempatan yang luar biasa dan patut disyukuri sebab seleksinya cukup ketat untuk bisa meraih undangan sebagai pemakalah terpilih. Konon pemilihan makalah ini tanpa tulisan nama, cukup judul dan abstrak sehigga reviewer hanya dapat melihat judul dan tulisan tanpa nama penulis yang biasanya rentan ada kecernderungan nama besar.” Tukas dosen Ma’had Aly Nuris Jember yang juga merupakan lulusan MA Unggulan Nuris tahun 2016 ini.

Dengan tulisan ini, ia berharap dapat menjadi bagian yang patut diperhatikan agar kelak kebijakan pemerintah dan MUI sebagai organisasi fatwa tak sekadar memberikan sebuah fatwa berdasarkan kepentingan belaka, tetapi lebih bijak dengan mendahulukan kajian ilmu mayoritas dan tegak lurus.

Kehadiran Ustaz As’ad di tengah-tengah para pakar secara global di Jakarta selama kurang lebih tiga hari memberikan pengalaman yang besar. Ia tak hanya membawa gagasan yang cerdas dan kritis di forum internasional, tetapi juga mengibarkan bendera Ma’had Aly Nuris Jember yang membanggakan. Ia juga menyampaikan akan terus berusaha melakukan riset dan mengajarkan secara praktis kepada para mahasantri di Pesantren Nuris Jember.[AF.Red]

Related Post