Menapaki Jejak Pendahulu, Keluarga Besar SMK Nuris Jember Ziarah ke Makam Dua Mantan Kepala Sekolah

Seluruh Siswa dan Guru Mengenang Jasa Tokoh SMK Nuris

Pesantren Nuris – Jumat pagi, 4 September 2026, suasana berbeda tampak di lingkungan SMK Nuris Jember. Seluruh siswa, guru, dan karyawan mengikuti kegiatan ziarah kubur sebagai bagian dari upaya mengenang jasa para tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan sekolah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan berjalan kaki. Rombongan keluarga besar SMK Nuris Jember bersama-sama menuju makam almarhum Drs. Surip Haryono, salah satu pendiri sekaligus kepala sekolah pertama SMK Nuris Jember. Perjalanan dengan berjalan kaki membuat kegiatan ziarah terasa lebih sederhana sekaligus menghadirkan kebersamaan di antara seluruh peserta.

Sesampainya di makam, para siswa, guru, dan karyawan mengikuti rangkaian doa dengan khidmat. Doa dipimpin oleh Ustaz Imron Safendra. Suasana hening sejenak ketika seluruh peserta memanjatkan doa untuk almarhum serta mengenang jasa dan pengabdian yang telah diberikan bagi perkembangan SMK Nuris Jember.

Drs. Surip Haryono merupakan sosok yang memiliki peran penting pada masa awal berdirinya SMK Nuris Jember. Sebagai salah satu pendiri sekaligus kepala sekolah pertama, kiprahnya menjadi bagian dari fondasi yang mengantarkan sekolah terus tumbuh hingga saat ini.

(Baca juga: Keaktifan di Pondok Berbuah Khatam Tiga Kitab, Nabil Buktikan Siswa TSM SMK Nuris Jember Juga Pandai Mengaji)

Setelah ziarah ke makam Drs. Surip Haryono, rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam Gus Abdurrahman Fathoni. Beliau merupakan kepala sekolah kedua SMK Nuris Jember sekaligus menantu Syaihul Ma’had, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Kegiatan ziarah ke dua makam tersebut menjadi kesempatan bagi generasi SMK Nuris Jember saat ini untuk kembali mengingat orang-orang yang pernah memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdian bagi sekolah. Bagi para siswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman untuk mengenal sejarah sekolah tidak hanya melalui cerita, tetapi dengan mengunjungi langsung makam para tokoh yang pernah menjadi bagian penting di dalamnya.

Berjalan kaki bersama dari satu makam menuju makam berikutnya menciptakan suasana kebersamaan tersendiri. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib, sementara guru dan karyawan mendampingi sepanjang perjalanan. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai penghormatan kepada pendahulu.

Ziarah kubur juga mengajarkan bahwa perjalanan sebuah lembaga pendidikan tidak terlepas dari kontribusi orang-orang yang telah mendahuluinya. Segala yang dinikmati generasi sekarang merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun oleh para pendiri dan pengelola sekolah pada masa sebelumnya.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar SMK Nuris Jember diajak untuk tidak melupakan sejarah serta jasa para pendahulu. Doa yang dipanjatkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas pengabdian Drs. Surip Haryono dan Gus Abdurrahman Fathoni.

Dengan langkah kaki yang menyusuri perjalanan menuju dua makam, seluruh peserta seolah diajak kembali melihat jejak panjang SMK Nuris Jember. Dari para pendahulu itulah semangat pendidikan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (MFAF.Red)

Related Post