Pentolan Arabic Conversation Club, Ahmad Harisun Nafi’ Raih Juara 1 Taqdimul Qisshoh Se-Karesidenan Besuki

Alih Bahasakan Kisah Dongeng Nusantara Timun Emas ke Dalam Bahasa Arab dengan Improvisasi Nilai

Pesantren Nuris – Kreatif dan inovatif selalu melekat kepada para santri MA Unggulan Nuris. Betapa tidak, dengan mengalihbahasakan kisah dongeng nusantara ke dalam bahasa Arab lalu ditampilkan dengan penghayatan yang fantastis di hadapan penonton dan dewan juri akhirnya berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Language and Culture Festival 2026 tingkat Karesidenan Besuki.

Ahmad Harisun Nafi’ santri yang duduk di kelas XII E MA Unggulan Nuris berhasil menampilkan dongeng berbahasa Arab atau disebut taqdimul qisshoh dengan penuh percaya diri. Perlombaan yang diselenggarakan oleh UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember pada 05 September 2026 tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah. Haris, sapaan akrabnya mampu memenanginya sebagai pemenang pertama.

“Yang jelas perasaan saya memenangi lomba ini sangat menyenangkan dan membanggakan. Meski saya sudah kelas XII tetap berusaha memaksimalkan kesempatan berprestasi. Lomba kali ini tampil langsung di hadapan dewan juri dan penonton, jadi lebih sangat terasa kompetisinya. Alhamdulillah bisa menampilkan kisah nusantara dengan baik dan mengagumkan.” Ungkap Haris.

(baca juga: Raih Piala MQK Fathul Qorib Tingkat Nasional di Sarang Jawa Tengah, Santri MA Unggulan Nuris Membanggakan)

Sebagai pemenang pertama dalam ajang Language and Culture Festival 2026 di UIN KHAS Jember bidang taqdimul qisshoh ini, Nafi’ berhak mendapatkan piala juara 1, piagam prestasi, hingga uang pembinaan sebesar Rp1.000.000,00. Membanggakannya lagi, dari MA Unggulan Nuris tak hanya berhasil memenangi cabang lomba mendongeng berbahasa Arab, tetapi juga menjuarai cabang lomba khitobah (pidato bahasa Arab) yang diraih oleh Dewi Faizah sebagai pemenang ke-3.

“Kemarin latihannya tidak terlalu lama apalagi alih bahasa dongengnya juga sudah saya siapkan sebelumnya. Saya berharap dengan prestasi ini semakin membangkitkan semangat belajar saya dan tidak mudah berpuas diri. Dulu ada mas Fathur yang selalu menginspirasi saya semoga saya dapat terus melakukan yang terbaik hingga lulus dari MA Unggulan Nuris.” Tambahnya.

Sebelum memenangi lomba ini, santri yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler ACC (Arabic Conversation Club) juga telah memenangi lomba khitobah ajang Bahana Muharram dalam 2 tahun terakhir berturut-turut. Ia juga pernah memenangi ajang Ma’rifah Se-Jawa Madura bidang khitobah sebagai pemenang kedua di UIN KHAS Jember pada 16 November 2025 lalu. Bahkan, ia langganan menjuarai ajang orasi tingkat Yayasan Nurul Islam Jember.

(baca juga: Fokus dan Hobi Membaca Antarkan Musfirotun Nawiroh Rebut Juara 2 OMI 2026 Bidang Biologi)

Haris juga pernah meraih juara 2 dalam ajang National Arabic Competition (NAC) yang diselenggarakan oleh STIKES Banyuwangi. Meski ia berada di kelas sains, tetapi semangat dan bakatnya dalam pidato bahasa Arab terbilang luar biasa. Apalagi ia juga dikenal aktif menempa bakatnya di kegiatan ekskul bahasa Arab sehingga berhasil menorehkan berbagai prestasi cemerlang.

Kemampuan remaja kelahiran Oktober 2008 ini dalam melakukan khitobah diasah sejak di bangku MTs Unggulan Nuris. Kesempatan melanjutkan pendidikan di MA Unggulan Nuris dirasa tepat untuk mengembangkan talentanya lebih luas dan membanggakan. Hingga hari ini sudah cukup banyak prestasi berlevel provinsi dan nasional telah ia persembahkan.

Ustaz Alif, guru bahasa Arab MA Unggulan Nuris turut mengungkapkan rasa bangga dan mengapresiasi prestasi anak didiknya. “Saat saya mengajar di kelas Haris sejak tahun ajaran lalu memang sudah melihat potensinya yang luar biasa. Haris ini adalah bakat yang luar biasa, semangat dan disiplinnya dalam belajar membuahkan hasil belajar yang maksimal.”[AF.Red]

Related Post