Uji Kemampuan di Ajang Nasional, Syafira Putri Ofalia Siswi SMA Nuris Jember Sukses Raih Medali Perak Olimpiade Sosiologi

Berbekal Persiapan dan Semangat Belajar, Syafira Putri Ofalia Tak Gentar Hadapi Soal Bahasa Inggris

Pesantren Nuris – Sebuah pengalaman baru terkadang menjadi awal dari pencapaian yang membanggakan. Hal itulah yang dirasakan Syafira Putri Ofalia, siswi kelas XI IPS 1 SMA Nuris Jember, setelah mengikuti Olimpiade Sosiologi “Pekan Sains Pelajar Indonesia” Tingkat Nasional. Ajang yang diselenggarakan oleh Generasi Maju Indonesia tersebut dilaksanakan secara online pada 19 April 2026. Syafira berhasil membawa pulang Medali Perak setelah melewati rangkaian soal dalam bidang yang diikutinya.

Bagi Syafira, keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut bukan semata-mata untuk mengejar hasil. Ia ingin menjadikan lomba sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman, menguji kemampuan, sekaligus mengetahui sejauh mana pemahamannya terhadap materi sosiologi.

“Saya mengikuti lomba ini karena ingin mencari pengalaman dan mencoba kemampuan saya dalam menghadapi soal-soal olimpiade. Dari lomba ini saya juga bisa belajar hal-hal baru dan mengetahui kekurangan saya,” ungkap Syafira.

Perjalanan menuju perlombaan pun tidak dilewati tanpa persiapan. Sebelum kompetisi berlangsung, Syafira menyempatkan diri mempelajari kembali materi-materi yang akan dilombakan. Ketika menemukan materi yang belum cukup dipahami, ia berusaha mencari sumber belajar tambahan, termasuk dengan meminjam buku untuk memperluas pemahamannya.

(Baca juga: Taklukkan Tantangan Kimia, Shofiyah Persembahkan Medali Perunggu untuk SMA Nuris Jember)

Kebiasaan membaca yang menjadi salah satu hobinya turut menjadi bagian dari proses tersebut. Baginya, belajar tidak hanya dilakukan untuk menghadapi perlombaan, tetapi juga menjadi cara untuk terus menambah pengetahuan. Meski telah melakukan persiapan, tantangan tetap muncul ketika perlombaan dimulai. Salah satu kesulitan yang dirasakan Syafira adalah adanya soal yang menggunakan bahasa Inggris. Beberapa soal membuatnya kesulitan memahami maksud pertanyaan karena kemampuan memahami bahasa tersebut masih perlu ditingkatkan.

Namun, kondisi itu tidak membuatnya berhenti berusaha. Syafira tetap mencoba menyelesaikan soal yang dihadapi dengan kemampuan yang dimiliki. Pengalaman tersebut justru menjadi catatan penting baginya untuk melakukan persiapan yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Semangat untuk terus melangkah menjadi pegangan Syafira selama mengikuti kompetisi. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa setiap kesulitan merupakan bagian dari proses belajar dan setiap kesalahan dapat menjadi bahan evaluasi.

“Saya selalu berusaha untuk tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Kalau ada kesulitan, saya jadikan sebagai pengalaman untuk belajar lagi supaya ke depannya bisa lebih baik,” tuturnya.

Hasil akhirnya pun membawa kebahagiaan tersendiri. Syafira mengaku senang sekaligus bersyukur karena usaha yang dilakukan sebelum perlombaan membuahkan Medali Perak. Meski demikian, ia tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah saya senang bisa mendapatkan Medali Perak. Semoga ke depannya saya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dan terus berkembang,” katanya.

Di balik prestasi yang diraihnya, terdapat dukungan dari keluarga yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Syafira. Ia merupakan putri dari Bapak Mustofa dan Ibu Kiki Amalia. Dukungan tersebut menjadi salah satu penguat bagi Syafira untuk terus berani mencoba berbagai kesempatan. Siswi asal Wirowongso, Ajung, Jember, itu juga memiliki cita-cita menjadi pegawai bank. Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, ia menyadari bahwa proses belajar dan keberanian untuk mencoba berbagai pengalaman perlu terus dijaga.

Medali Perak dari Olimpiade Sosiologi ini pun tidak ingin dijadikannya sebagai titik akhir. Syafira berharap masih dapat mengikuti berbagai perlombaan lain pada masa mendatang. Bahkan, ia ingin mencoba pengalaman di luar olimpiade sehingga dapat mengembangkan kemampuan dan menemukan pengalaman baru.

“Saya berharap bisa mengikuti lomba-lomba lainnya, bukan hanya olimpiade. Saya juga ingin terus belajar dan memperbaiki kesalahan yang masih saya lakukan saat menjawab soal, supaya ke depannya bisa lebih baik,” ujar Syafira.

Pesan tersebut menjadi refleksi sederhana dari perjalanan Syafira. Baginya, sebuah prestasi bukan hanya tentang medali yang berhasil dibawa pulang, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, kesiapan menghadapi kesulitan, dan kemauan untuk kembali belajar dari kesalahan. Dari pengalaman tersebut, Syafira ingin terus melangkah. Semangat belajar dan kesempatan untuk mencoba hal-hal baru menjadi bekal baginya untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan harapan prestasi yang lebih baik dapat kembali ditorehkan. [ANF.Red]

 

Nama : Syafira Putri Ofalia

Alamat : Wirowongso, Ajung, Jember

Hobi : Membaca

Cita-Cita : Pegawai bank

Kelas : XI IPS 1

Lembaga : SMA Nuris Jember

Prestasi : Medali Perak Olimpiade Sosiologi “Pekan Sains Pelajar Indonesia” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Generasi Maju Indonesia, 19 April 2026

Related Post