Alumni SMK Nuris Jember, Ahmad Indra Nasiril Mukminin, dari TSM Menapaki Studi Syariat Islam di UIN KHAS

Usai Kuasai Ilmu Otomotif, Indra Juga Kejar Ilmu Akhirat

Pesantren Nuris – Pilihan masa depan tidak selalu harus berjalan lurus mengikuti jurusan yang pernah ditempuh. Hal itulah yang tergambar dari perjalanan Ahmad Indra Nasiril Mukminin, alumni jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Nuris Jember yang lulus pada 2026. Santri asal Karang Kedawung, Mumbulsari, Jember, tersebut kini melanjutkan pendidikan di Program Studi Syariat Islam, UIN Kiai Haji Achmad Shidiq Jember.

Peralihan dari dunia otomotif menuju kajian keislaman menjadi babak baru dalam perjalanan pendidikan Indra. Selama bersekolah di SMK Nuris Jember, ia memperoleh bekal pengetahuan tentang teknik sepeda motor. Kini, ia memilih memperluas wawasan melalui pendidikan tinggi yang berfokus pada kajian syariat Islam.

Semasa menjadi siswa, Indra dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan aktif di kelas. Dengan pembawaannya yang mudah dikenali, ia menjadi bagian dari dinamika keseharian bersama teman-temannya. Ia berusaha mengikuti pembelajaran dengan baik, terlibat dalam kegiatan kelas, serta menjalankan tanggung jawabnya sebagai siswa.

Bagi Indra, kedisiplinan bukan sekadar persoalan menaati aturan sekolah. Kebiasaan tersebut menjadi latihan untuk mengatur diri, menghargai waktu, dan menyelesaikan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang ingin terus ia terapkan ketika menghadapi suasana belajar yang berbeda di perguruan tinggi.

(Baca juga: SMK Nuris Jember Monitoring PKL, Kepala Sekolah Pantau Langsung Proses Belajar Siswa di Lapangan)

“Selama di SMK, saya belajar bahwa setiap proses membutuhkan kesungguhan. Apa yang kita pelajari tidak akan banyak berarti kalau hanya dijalani setengah-setengah. Kebiasaan disiplin dan aktif itu yang ingin saya pertahankan selama kuliah,” ungkap Indra.

Di balik kesibukan belajar, ada hal lain yang turut mewarnai perjalanan Indra di SMK Nuris Jember, yakni kedekatannya dengan para guru. Hubungan yang terjalin tidak hanya sebatas kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga melalui komunikasi, arahan, dan nasihat yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan.

Bagi Indra, guru memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang seorang siswa. Pelajaran yang diberikan di kelas memang menjadi bekal akademik, tetapi keteladanan dan nasihat guru juga memberikan pengaruh dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kadang, ada nasihat guru yang waktu disampaikan terasa sederhana. Namun, setelah lulus dan menghadapi lingkungan baru, kita mulai memahami maksudnya. Itu sebabnya, menurut saya, menghormati guru harus tetap dijaga meskipun kita sudah tidak lagi menjadi siswa,” tuturnya.

Kini, sebagai mahasiswa Program Studi Syariat Islam, Indra menghadapi tantangan baru. Ia perlu memperluas bacaan, memperdalam pemahaman, dan membiasakan diri dengan materi perkuliahan yang berbeda dari kompetensi otomotif yang dipelajarinya di SMK.

Perjalanan Indra menunjukkan bahwa jurusan yang pernah ditempuh bukanlah batas untuk menentukan arah masa depan. Pengalaman belajar di TSM SMK Nuris Jember menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya, sedangkan bangku kuliah membuka kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan diri.

Dengan bekal kedisiplinan, keaktifan, serta sikap hormat kepada guru, Indra kini menapaki babak baru dalam kehidupannya. Ia berharap perjalanan kuliah dapat menjadi kesempatan untuk terus bertumbuh, memperdalam ilmu, dan kelak memberikan manfaat bagi masyarakat. [MFAF.Red]

 

Nama              : Achmad Indra Nasiril Mukminin

Tahun Lulus  : 2026

Alamat            : Mumbulsari, Jember

Lembaga        : SMK Nuris Jember

Jurusan          : Teknik Sepeda Motor (TSM)

Kuliah             : Prodi Syariat Islam, UIN Kiai Haji Achmad Shidiq Jember

Riwayat Prestasi:

  1. Khatam 3 Kitab Kuning (101 Hadis, Safinatunnajah, dan Ta’limul Muta’allim)
Related Post