Borong Piala Ajang Hazaroby 2026 Tingkat Nasional, Prestasi Santri MA Unggulan Nuris semakin Fenomenal
Pesantren Nuris – Kesempatan mentas di Panggung Hazaroby (Haflah Khazanah ‘Arobiyyah) 2026 tingkat nasional di UIN Ponorogo tak disia-siakan oleh segenap santri MA Unggulan Nuris Jember. Mereka memborong 3 piala mulai dari bidang LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah), taqdimul qisshoh, hingga khitobah.
Salah satu peraih piala di perlombaan bergengsi yang diselenggarakan oleh HMPS Pendidikan Bahasa Arab UIN Ponorogo ini adalah Dewi Faizah. Ia berhasil meraih juara harapan 2 khitobah usai menuntaskan penyampaian khitobah di babak final yang diselenggarakan pada 04 Oktober 2026 kemarin.
“Menjadi sebuah kehormatan bisa diundang babak final di UIN Ponorogo kemarin. Ini pengalaman pertama saya pergi ke sana untuk babak final bersama teman-teman MA Unggulan Nuris dari cabang lomba berbeda. Alhamdulillah kami semua mendapat piala semua. Jadi pulangnya sangat senang dan semangat.” Tukas Dewi.
(baca juga: Geliat Riset Santri MA Unggulan Nuris, Rafa dkk Raih Juara LKTI Nasional Ajang Hazaroby 2026 di Ponorogo)
Raihan piala ini kembali mencatatkan rekor prestasi santriwati cerdas asal Banyuwangi tersebut. Pada 05 September 2026 lalu, ia baru saja menorehkan prestasi gemilang bidang khitobah tingkat Karesidenan Besuki di UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember dalam ajang Language and Culture Festival 2026.
Talenta public speaking khususnya khitobah (pidato bahasa Arab) yang dimilikinya bukan diperoleh dengan mudah. Ia menempa bakat ini sejak usia dini lalu memilih madrasah dan pesantren yang support terhadap pengembangan talenta seperti MA Unggulan Nuris Jember.
“Saya bersyukur belajar di sini sebab sangat mendukung pengembangan bakat dan minat para santrinya melului metode pembelajaran di kelas hingga kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung. Apalagi saya di sini difasilitasi dengan beasiswa pendidikan berprestasi. Ini membuat saya semakin semangat belajar.” Imbuhnya.
(baca juga: Tak sekadar Juara Kelas, M. Nabil Irfan Hakiki Persembahkan Medali Emas Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Provinsi)
Ketaktifan Dewi, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember, dalam kegiatan literasi di pesantren dan MA Unggulan Nuris turut mendukung kemampuannya dalam mengembangkan gagasan kreatif dan talenta dalam berkhitobah. Ia harus melakukan riset sederhana dan membaca banyak referensi agar dapat menuliskan teks khitobah yang faktual dan menarik.
Tak hanya itu, santri asal Genteng, Banyuwangi, ini juga belajar di kelas unggulan kitab kuning yang membuatnya terbiasa dalam pembelajaran bahasa Arab, nahwu-shorrof, dan kemampuan berdiskusi melalui agenda bahtsul masail. Tak heran, perlombaan tingkat nasional di UIN Ponorogo ini tak membuatnya keder bahkan dijadikan sebagai wadah menampilkan gagasan kreatif selain untuk meraih prestasi gemilang.
(baca juga: Terinspirasi Keindahan Murottal Al Qur’an, Riset Santri MA Unggulan Nuris Juara 2 LKTI Nasional di ITS Surabaya)
Pengalaman juara dan berprestasi yang diraih oleh Dewi Faizah dimulai sejak ajang da’i cilik tingkat nasional. Ia juga pernah dinobatkan sebagai santri berprestasi Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, di tingkat internal pesantren, ia kerap meraih juara 1 pidato bahasa Indonesia.
Pada pertengahan Juni 2026 lalu, ia telah berhasil meraih juara harapan 2 khitobah ajang Bahana Muharram di Masjid Al Baitul Amien Jember. Ia berharap dapat terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan membaca kitab kuning. Targetnya untuk mengkhatamkan nazam Alfiyah dapat tecapai sebelum lulus dari pesantren. Selain kitab kuning, ia juga tengah rutin murajaah dan berhasil menghafalkan Al Qur’an juz 30.[AF.Red]
