Ungkap Kreativitas Seni Musik Hadrah Kombinasi Gamelan, Nuris van Java, sebagai Media Dakwah dan Pendidikan Seni Teknologi
Pesantren Nuris – Geliat riset santri MA Unggulan Nuris sedang menyala akhir-akhir ini. Berbagai karya tulis ilmiah mampu diterbitkan bahkan segenap prestasi gemilang telah diraih para santri. Yang terbaru, Tim LKTI yang beranggotakan M Rafa Alfayyaz, Ahmad Nur Rahman, dan Nurul Qurani Ma’rufah mampu meraih juara harapan 1 ajang Hazaroby 2026 tingkat nasional di UIN Ponorogo pada 04 Oktober 2026 kemarin.
Perlombaan LKTI bertajuk Haflah Khazanah ‘Arobiyyah (Hazaroby) yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) UIN Ponorogo tersebut cukup kompetitif. Setelah mengirim karya tulis ilmiah secara utuh, M. Rafa Alfayyaz dkk. mendapat undangan untuk mempersentasikan gagasan riset mereka di hadapan dewan juri dan 4 tim peserta terbaik lainnya di babak final.
(baca juga: Riset Cemerlang Santri MA Unggulan Nuris Juarai LKTI Nasional Ajang Pekan Ilmiah Fisika Universitas Negeri Yogyakarta)
“Mendapat undangan presentasi pada babak final LKTI Hazaroby menjadi momen berharga dan membanggakan bagi kami. Alhamdulillah semua berjalan lancar meski sebenarnya masih kurang puas dengan raihan juara harapan 1 ini. Sepertinya kemarin ada sedikit misinformasi antara penilaiain babak penyisihan karya dan babak final. Akan tetapi, ya sudah lah, prestasi ini tetap membanggakan.” Tukas Rafa, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember.
Karya tulis ilmiah berjudul “Nuris van Java sebagai Media Dakwah dan Pendidikan Seni Teknologi di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember” digagas oleh Rafa dkk. bermula dari pertunjukkan hadrah kreatif bernuansa tradisional-modern yang ada di pesantren. Perpaduan musik hadrah dan gamelan bernama Nuris van Java merupaan kreativits santri yang menarik dan mampu mengundang decak kagum.
(baca juga: Fokus dan Hobi Membaca Antarkan Musfirotun Nawiroh Rebut Juara 2 OMI 2026 Bidang Biologi)
“Nuris van Java tidak hanya menjadi hiburan biasa bagi kami di pesantren khususnya MA Unggulan Nuris. Banyak nilai dan pelajaran yang kami dapatkan seperti pesan religi hingga kebudayaan yang lestari. Nuris van Java bahkan sering diundang di berbagai agenda pemerintah baik skala lokal hingga nasional. Dari situ layak untuk diungkap dalam LKTI dan alhamdulillah mendapat apresiasi dari ponitia lomba.” Imbuhnya.
Di ajang Hazaroby 2026 di UIN Ponorogo ini, santri MA Unggulan Nuris tak hanya memenangi cabang lomba LKTI, tetapi juga cabang lomba lainnya yakni, Juara 1 Taqdimul Qisshah atas nama Ahmad Harisun Nafi’ (kelas XIIE) dan Harapan 2 Khitobah atas nama Dewi Faizah (kelas XI A). Dengan torehan prestasi ini, menegaskan kedigdayaan MA Unggulan Nuris dalam mencetak generasi unggul dalam talenta, akhlak, dan berprestasi gemilang.[AF.Red]
