Sempat gagal masuk pilihan awal, Fauzan justru menemukan jalannya di FTMD ITB
Pesantren Nuris — Ada kalanya jalan menuju kampus impian tidak berjalan persis seperti yang direncanakan. Fauzan Muhtar Fadilah mengalaminya. Alumni MA Unggulan Nuris tahun 2026 asal Bondowoso tersebut sempat gagal masuk FMIPA, tetapi kemudian menemukan jalan lain dengan melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kabar diterima di ITB tentu menjadi momen yang membahagiakan bagi Fauzan. Dengan singkat ia menggambarkan perasaannya, “Senang”
Pilihan FTMD sendiri diakui Fauzan bermula dari kegagalan masuk FMIPA. Namun, keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Ia memilih ITB karena menilai kampus tersebut sebagai salah satu kampus sains dan teknologi terbaik di Indonesia.
Kini, tantangan baru benar-benar dimulai. Padatnya aktivitas akademik di ITB membuat Fauzan belum memiliki banyak waktu untuk mengikuti kegiatan di luar perkuliahan.
“Belum ada, belum ada waktu. Di sini akademiknya padat banget,” ujarnya.
Harapannya pun terdengar sederhana, tetapi sangat relate dengan kehidupan mahasiswa baru yang sedang beradaptasi dengan tuntutan akademik: “Bertahan!.”
Meski kini sibuk menghadapi dunia perkuliahan di ITB, Fauzan sebenarnya telah memiliki pengalaman panjang dalam mengasah kemampuan komunikasi selama berada di Nuris. Ia aktif dalam kegiatan public speaking dan menjadikannya sebagai salah satu bidang yang terus ia tekuni.
Kemampuan tersebut membawanya meraih berbagai prestasi. Fauzan berhasil meraih medali emas sekaligus Juara 1 Speech Bahasa Inggris dalam PORSENI Madrasah Aliyah tingkat Provinsi Jawa Timur. Ia juga meraih Juara 2 National Schools Debating Championship (NSDC) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan.
Prestasinya berlanjut di ajang Senior High School Model United Nations (MUN) Universitas Jember. Dalam kompetisi tersebut, Fauzan memperoleh penghargaan Honorable Mention.
Kemampuan Bahasa Inggrisnya juga tercermin dari capaian TOEFL dengan skor 610. Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti kemampuan akademik dan bahasa yang telah ia bangun sejak masih berada di bangku madrasah.
Di tengah perjalanan barunya sebagai mahasiswa ITB, Fauzan tetap membawa pesan khusus untuk almamaternya. Bukan sekadar ucapan formal, tetapi ungkapan terima kasih kepada orang-orang yang menurutnya telah menjadi bagian dari proses panjang selama tiga tahun di Nuris.
“Terima kasih MA Unggulan Nuris sudah menjadi tempat menempa diri selama 3 tahun. Terima kasih guru-guru yang telah mendukung saya sejauh ini. Tetap berkembang selalu MAUNG-ku.”
Kini, Fauzan memasuki lingkungan baru yang jauh lebih menantang. Dari panggung speech, arena debat, dan kegiatan public speaking di masa sekolah, ia kini harus beradaptasi dengan ritme akademik FTMD ITB yang menurutnya begitu padat.
Mungkin langkah pertamanya di ITB tidak persis seperti rencana awal. Namun, kegagalan masuk FMIPA justru membawanya pada pintu lain. Dan dari sanalah perjalanan baru Fauzan dimulai, dengan satu target yang saat ini terasa paling penting: bertahan, berkembang, dan terus melangkah. [LA.Red]
Nama : Fauzan Muhtar Fadilah
Alamat : Bondowoso
Hobi : Berpuisi
Cita2 : Presiden
Lembaga : MA Unggulan Nuris
Tahun Lulus : 2026
Kuliah : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB)
