Rafa Temukan Arti Disiplin saat Menjadi Santri Nuris
Pesantren Nuris – Kelulusan dari SMK Nuris Jember pada 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi Muhammad Rafa Raissa Rahmat. Alumni jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) asal Jemberkidul, Kaliwates, Jember, tersebut kini melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Politeknik Negeri Jember (Polije).
Memasuki dunia perkuliahan, Rafa memilih Program Studi Manajemen Informatika sebagai bidang yang ingin ditekuninya. Pilihan tersebut masih memiliki keterkaitan dengan kompetensi yang dipelajarinya selama menjadi siswa TKJ. Bekal mengenai komputer dan jaringan yang diperoleh di SMK menjadi pijakan untuk memperluas pemahamannya mengenai teknologi, khususnya dalam pengelolaan informasi dan sistem informatika.
Selama menempuh pendidikan di SMK Nuris Jember, kedisiplinan menjadi salah satu karakter yang melekat pada diri Rafa. Ia berusaha menyelesaikan tanggung jawab sekolah dengan baik serta membiasakan diri mengikuti berbagai aturan yang berlaku. Kebiasaan tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika ia harus beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan yang menuntut kemandirian lebih besar.
“Dulu saya mengira disiplin itu hanya soal datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas. Setelah dijalani, ternyata disiplin lebih luas. Kita belajar mengatur diri supaya apa yang menjadi tanggung jawab tidak terbengkalai,” ungkap Rafa.
Tidak berhenti pada kedisiplinan, Rafa juga dikenal sebagai siswa yang aktif di kelas. Ia berusaha terlibat dalam proses pembelajaran, baik melalui diskusi maupun dengan menyampaikan pendapat. Keberanian untuk berpartisipasi tersebut membuatnya terbiasa berkomunikasi dan menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.
Pengalaman itu pun menjadi salah satu hal yang ia bawa ketika memasuki bangku kuliah. Menurut Rafa, mahasiswa dituntut untuk lebih aktif mencari informasi, berdiskusi, serta mengembangkan kemampuan secara mandiri. Karena itu, kebiasaan untuk tidak pasif selama pembelajaran dianggapnya tetap relevan meski lingkungan belajarnya telah berubah.
“Di kampus, kita tidak bisa hanya menunggu penjelasan. Kalau ingin paham, harus mau bertanya, mencari referensi, dan mencoba sendiri. Justru dari situ saya merasa kemampuan berkembang,” tuturnya.
Di tengah karakter disiplin dan aktif tersebut, Rafa tetap memegang teguh sikap takzim kepada guru. Baginya, menghormati guru merupakan bagian penting dalam proses menuntut ilmu. Nilai tersebut tidak berhenti ketika masa sekolah berakhir, tetapi menjadi prinsip yang ingin terus ia bawa dalam perjalanan berikutnya.
“Guru bukan cuma orang yang menyampaikan pelajaran. Ada nasihat dan keteladanan yang kadang baru kita pahami setelah meninggalkan sekolah,” kata Rafa.
Perjalanan dari jurusan TKJ menuju Program Studi Manajemen Informatika menunjukkan bagaimana bekal pendidikan di SMK dapat menjadi dasar untuk melanjutkan langkah di bidang teknologi. Rafa berharap masa kuliahnya di Politeknik Negeri Jember dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
“Target saya bukan hanya lulus. Saya ingin keluar dari kampus dengan kemampuan yang benar-benar bisa dipakai dan terus dikembangkan,” pungkasnya. (MFAF.Red)
Nama : Muhammad Rafa Raissa Rahmat
Tahun Lulus : 2026
Alamat : Kaliwates, Jember
Lembaga : SMK Nuris Jember
Jurusan : Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
Kuliah : Prodi Manajemen Informatika, Politeknik Negeri Jember
Riwayat Prestasi:
- Khatam 3 Kitab Kuning (101 Hadis, Safinatunnajah, dan Ta’limul Muta’allim)
