Meitha ingin membangun masa depan dengan bekal ilmu bisnis dan prinsip agama yang tetap menjadi pegangan
Pesantren Nuris — Menjadi seorang CEO bukan sekadar tentang menduduki posisi tertinggi dalam sebuah perusahaan. Bagi Meitha Rizky Wulandari, yang akrab disapa Meitha, cita-cita itu menjadi arah untuk menata masa depan sejak bangku kuliah. Alumni MA Unggulan Nuris Jember tahun 2026 asal Ajung Krajan, Jember, ini kini melanjutkan pendidikan di Program Studi Manajemen, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai langkah awal untuk mendekati impiannya.
Rasa syukur menjadi hal pertama yang ia ungkapkan ketika mengetahui dirinya diterima di perguruan tinggi tersebut. Baginya, kesempatan melanjutkan pendidikan di kampus pilihannya merupakan sesuatu yang patut disyukuri sekaligus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kini, Meitha memiliki ruang untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia yang lebih luas.
Pilihan terhadap Program Studi Manajemen bukan tanpa pertimbangan. Meitha menilai bidang tersebut sejalan dengan cita-citanya pada masa depan. Melalui ilmu manajemen, ia ingin mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan, perencanaan, dan pengambilan keputusan, yang dapat menjadi bekal untuk merintis perjalanan menuju dunia kepemimpinan dan bisnis.
Ada hal lain yang membuat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menarik baginya. Selain mempertimbangkan kualitas akademiknya, Meitha juga melihat keunggulan kampus tersebut dalam bidang keagamaan. Perpaduan antara pendidikan akademik dan nilai-nilai agama menjadi pertimbangan penting baginya dalam memilih tempat melanjutkan studi.
(Baca juga: Tak Hanya Jawara Hadrah, Santri MA Unggulan Nuris Ini Raih Prestasi Tingkat Nasional Olimpiade PAI)
Bagi Meitha, meraih cita-cita perlu berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki diri. Ia berharap dapat tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih baik, tanpa kehilangan prinsip agama yang dipegangnya. Harapan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pada masa depan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian karier, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjaga nilai-nilai yang diyakininya.
Perjalanan Meitha menuju dunia perkuliahan diawali dari masa pendidikan di MTs Unggulan Nuris, kemudian berlanjut di MA Unggulan Nuris Jember. Lingkungan pendidikan tersebut menjadi bagian dari proses belajarnya hingga menyelesaikan jenjang menengah atas dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kini, ia membawa pengalaman itu untuk menghadapi tantangan baru sebagai mahasiswa.
Selama di MA Unggulan Nuris, Meitha mengaku tidak terlalu aktif dalam kegiatan nonakademik. Meski demikian, ia pernah terlibat dalam kepengurusan di lingkungan Nuris. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan sekolahnya, di samping kegiatan belajar yang dijalani selama menjadi siswi.
Memasuki dunia kampus, Meitha mulai membuka diri terhadap berbagai aktivitas di luar perkuliahan. Ia mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM), berkumpul bersama teman-teman alumni, dan menyempatkan diri berolahraga. Berbagai kegiatan itu menjadi kesempatan untuk memperluas pergaulan sekaligus menyeimbangkan aktivitas akademik dengan kehidupan sosial.
Di sela-sela kesibukannya, Meitha juga memiliki kegemaran bernyanyi sesuka hati. Hobi sederhana ini menjadi salah satu cara untuk menikmati waktu luang di tengah rutinitas. Baginya, kehidupan mahasiswa bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik, tetapi juga tentang menjalani pengalaman yang dapat memperkaya perjalanan selama masa kuliah.
Sebagai alumni, Meitha mengungkapkan kebanggaannya pernah menjadi bagian dari MA Unggulan Nuris Jember. Ia menilai madrasah tersebut memiliki prestasi yang membanggakan dan berharap pencapaian itu terus meningkat pada masa mendatang. Baginya, kemajuan sebuah lembaga pendidikan juga tercermin dari semangat untuk terus berkembang dan melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi positif.
Meitha berharap MA Unggulan Nuris semakin maju dan meraih lebih banyak prestasi. Harapan tersebut menjadi bentuk dukungan bagi almamater yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu. Meski kini berada di lingkungan perguruan tinggi, ia tetap membawa kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar MA Unggulan Nuris.
Kini, langkah Meitha berlanjut di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Cita-cita menjadi CEO masih membutuhkan proses panjang, pengalaman, dan kesungguhan dalam belajar. Namun, melalui pilihan studi Manajemen, ia telah memulai perjalanan untuk membekali diri dengan pengetahuan yang relevan dengan impiannya.
Bagi Meitha, masa depan bukan hanya tentang jabatan yang ingin diraih, melainkan juga tentang pribadi seperti apa yang ingin dibentuk. Ia ingin menjadi sosok yang terus berkembang, mampu meraih cita-cita, dan tetap teguh pada prinsip agama. Dengan rasa syukur sebagai titik awal dan tekad untuk terus memperbaiki diri, Meitha menapaki masa kuliah sebagai bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan yang diimpikannya. [LA.Red]
Nama : Meitha Rizky Wulandari
Alamat : Ajung Krajan, Jember
Hobi : Bernyanyi
Cita2 : CEO
Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2026
Kuliah : Program Studi Manajemen, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
