Sulistia Kayali, Siswi SMA Nuris Jember Raih Medali dan Buktikan Anak Desa Bisa Berprestasi

Santriwati dari Bondowoso yang Berani Bermimpi Besar

Pesantren Nuris – Bagi Sulistia Kayali, sebuah medali bukan sekadar hasil dari sebuah perlombaan. Di balik pencapaiannya ada proses belajar yang dilakukan sejak jauh-jauh hari. Siswi kelas XII MIPA 1 SMA Nuris Jember itu membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

Siswi yang akrab disapa Tia tersebut berasal dari Bondowoso. Ia merupakan putri dari Mutijo dan Rokayah. Saat mengetahui dirinya berhasil meraih medali, Tia mengaku merasa sangat bahagia. Meski bukan menjadi juara pertama, pencapaian tersebut tetap menjadi pengalaman berharga baginya.

“Sangat senang dan bersyukur walapun bukan emas. Semoga ke depannya bisa meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Tia.

Pencapaian itu tidak diraih secara instan. Tia telah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari dengan belajar secara rutin dan memperbanyak latihan soal. Baginya, persiapan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi perlombaan.

Semangat tersebut juga lahir dari prinsip yang selama ini ia pegang. Tia ingin menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi tidak hanya dimiliki oleh mereka yang tinggal di perkotaan.

“Saya ingin membuktikan bahwa anak desa itu tidak kalah dengan anak kota. Anak desa juga bisa berprestasi,” tegasnya.

Pengalaman belajar dan berproses di SMA Nuris Jember juga memberikan perubahan dalam diri Tia. Selama mondok, ia tidak hanya mendapatkan pemahaman agama yang lebih baik. Lingkungan pesantren membantunya menjadi pribadi yang lebih terbuka.

(Baca juga: Matematika Nasional Jadi Panggung Prestasi, Sulistia Kayali Raih Medali untuk SMA Nuris Jember)

Tia mengaku sebelumnya cenderung introver dan tidak terlalu mudah bersosialisasi. Namun, kehidupan di pondok membuatnya terbiasa bertemu dengan banyak orang. Dari sana ia belajar membangun hubungan dengan orang lain sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Karena saya mondok jadi bisa bersosialisasi. Saya juga jadi lebih peduli kepada sesama,” tuturnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Tia terjadi ketika berada di Bali. Ia berkesempatan mengunjungi Universitas Udayana. Momen tersebut semakin istimewa karena ia juga bertemu dengan salah satu alumni Nuris yang akrab disapa Mbak Fani.

Di balik pencapaiannya terdapat dukungan dari guru yang turut mendampingi proses persiapan. Tia menyampaikan terima kasih kepada Bu Ratna dan Pak Edo yang telah membimbingnya belajar sebelum mengikuti perlombaan.

“Terima kasih kepada Bu Ratna dan Pak Edo karena telah membimbing belajar untuk persiapan sebelum lomba,” katanya.

Bagi Tia, keberhasilan juga membutuhkan kemauan untuk memaksa diri keluar dari rasa malas. Ia memiliki pesan sederhana bagi siapa saja yang ingin berkembang dan meraih prestasi.

“Paksa dirimu sendiri untuk belajar karena tidak ada seorang pun yang bisa melakukannya untukmu.”

Kini Tia menatap langkah berikutnya dengan harapan yang lebih besar. Ia berharap mendapatkan rezeki yang lebih baik dan dapat diterima di kampus impiannya melalui jalur SNBP. Pengalaman yang telah dilalui menjadi bekal untuk terus berusaha mengejar cita-cita.

Kisah Sulistia Kayali menjadi pengingat bahwa asal daerah bukanlah batas bagi seseorang untuk berkembang. Dengan kemauan belajar, latihan yang konsisten, serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya, setiap siswa memiliki kesempatan untuk menorehkan prestasi.

Selamat atas pencapaian yang telah diraih, Sulistia Kayali. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju keberhasilan yang lebih besar. Terus belajar, berkembang, dan sukses meraih kampus impian melalui jalur SNBP. [RY.Red]

 

Nama                          : Sulistia Kayali

Kelas                           : XII MIPA 1

Lembaga                    : SMA Nuris Jember

Prestasi                       : Medali Perunggu cabang Fisika ajang UPC (Udayana Physics Championship) 2026 yang diselenggarakan secara offline di Universitas Udayana pada tanggal 18 Oktober 2026

Riwayat Prestasi        :

  1. Peringkat 2 di kelas X-1 pada Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun 2024/ 2025
  2. Peringkat 2 di kelas X-1 pada Penilaian Akhir Semester Genap Tahun 2024/ 2025
  3. Medali Perunggu Olimpiade Fisika “Kejuaraan Sains Nasional” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Sulistia Kayali) 26 April 2026
  4. Peringkat 4 Olimpiade Fisika “Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten (OSN-K)” yang diselenggarakan oleh Puspresnas Kemendikdasmen Tahun 2026
  5. Medali Perunggu Olimpiade Fisika “Kejuaraan Sains Nasional” Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional, 26 April 2026
  1. Medali Perunggu Olimpiade Matematika “Kejuaraan Sains Nasional” Tingkat Nasional, diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional, 26 April 2026
Related Post