Dari Bangku Kuliah, Aktif Beroganisasi, hingga Ambil Kerja Paruh Waktu Beri Pengalaman Berharga dan Mental Tangguh
Pesantren Nuris – Lulus kuliah dengan tepat waktu lalu sukses menggapai impian menjadi seorang abdi negara barangkali menjadi impian banyak orang. Bima Wandana Putra menjadi salah satu orang yang berhasil menikmati lulus kuliah dengan predikat sangat memuaskan. Tak sampai setahun seusai sarjana, kini ditetapkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Kementerian Sosial RI.
Perjalanan Bima, sapaan akrab santri lulusan MA Unggulan Nuris Jurusan IPA tahun 2021, meraih karier yang cukup bergengsi ini bukan perkara mudah. Banyak hal yang telah ia lewati sehingga membentuk mental tangguh dan survive dengan segala keadaan. Semenjak semester 4 perkuliahan di UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Bima telah melakoni nyambi pekerjaan paruh waktu.
Ia harus mampu membagi waktu antara tugas kuliah yang menumpuk dengan pekerjaan yang menuntut ketelatenan dan profesionalime sebagai pramuniaga di sebuah toko busana muslim bernama Toko Nazar. Pilihan kuliah sambil bekerja bukan tanpa risiko, tetapi tetap dijalaninya sebab ia ingin lebih mandiri dan belajar pengalaman dalam dunia kerja.
(baca juga: Tembus Seleksi Beasiswa CSC 2024, Alumni MA Unggulan Nuris Kuliah Magister di Universitas Jinan, Guangzhou)
“Saya memilih jurusan Manajemen Pendidikan Islam saat kuliah karena ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengelolaan yang profesional, kepemimpinan yang berintegritas, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam setiap proses pengabdian. Intinya nantinya tetap berkarier dalam dunia pendidikan.” Tukas santri cerdas asal Patrang, Jember ini.
Selain kuliah sambil bekerja, Bima juga tetap aktif dalam berorganisasi demi menempa mental kepemimpinan dan memperluas jejaring. Ia juga tercatat sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi dan pernah bertanggung jawab dalam divisi PSDM organisasi alumni Nuris bernama IKMARIS (Ikatan Mahasiswa Alumni Nuris) cabang UIN KHAS Jember.
“Selama untuk pengembangan diri mengapa tidak melakukan semuanya, kuliah iya, kerja oke, organisasi juga gas. Pengalaman tersebut membentuk saya menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, adaptif, dan mampu bekerja sama dalam tim.” Imbuhnya saat diwawancara tim website www.pesantrennuris.net.
(baca juga: Sukses Tembus Ketatnya Seleksi TNI AD, Alumni MA Unggulan Nuris ini Seorang Hafiz 30 Juz Membanggakan)
Skripsi berjudul “Manajemen Rumah Tahfidz dalam Meningkatkan Hafalan Al Quran Siswa Kelas VII D di Madrasah Tsanawiyah Unggulan Nurul Islam Jember Tahun Ajaran 2024/2025” menjadi bukti sahih bagi Bima untuk menautkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) bidang Manajemen Pendidikan Islam di belakang namanya. Ia menyidangkan skripsinya pada 02 Juli 2025, lalu mengikuti seremonial wisuda pada 27 Januari 2026 dengan torehan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,81. Mantap bukan?
Sebelum karier cemerlangnya kini, pemuda kelahiran April 2002 ini sempat meniti karier sebagai pramuniaga di Alfamart selama kurang lebih empat bulan sejak Januari hingga April 2026. Ia juga bergerilya mencari peluang kerja di Kota Depok pada Mei 2026. Dan kini ia resmi ditetapkan sebagai ASN PPPK sejak 01 Oktober 2026 kemarin.
Kesuksesannya kini mendapati karier cemerlang sebagai ASN PPPK di SRT RT 05 Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mendapat apresiasi dari keluarga besar Pesantren Nuris Jember. Mental tangguh dan semangat juang sedari kuliah telah membuatnya pantang mundur menghadapi seleksi ketat demi menjadi abdi negara tersebut.
(baca jugaL Usai Wisuda di Politeknik Statistika STIS, Alumni MA Unggulan Nuris Langsung Raih Karier ASN di BPS Luwu Utara)
Bayangkan saja, sejak 10 Juni 2026, ia mendaftar seleksi ASN PPPK di Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk formasi Tenaga Kependidikan (Wali Asrama) di Sekolah Rakyat. Proses seleksi tersebut terdiri atas lima tahapan, yaitu seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Teknis (SKT) berbasis CAT, Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) berupa psikotes, pengumuman hasil integrasi akhir, serta pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan pengusulan Nomor Induk PPPK (NI PPPK).
“Saya memilih formasi Wilayah 2 yang mencakup Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan kuota sebanyak 646 orang dari total 20.272 pelamar. Setelah mengikuti seluruh tahapan seleksi, alhamdulillah saya dinyatakan lulus dengan peringkat 135. Saya bersyukur dan bertekad menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin dan penuh integeitas.” Kata Bima.
Lelaki yang gemar melukis dan olahraga futsal ini meyakini tak ada impian yang dicapai dengan mudah. “Jujur dalam tindakan, disiplin dalam pekerjaan, dan bertanggung jawab dalam pengabdian” menjadi prinsipnya. Ia berharap dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi, serta berkontribusi dalam mendampingi, membina, dan membentuk karakter peserta didik Sekolah Rakyat.[AF.Red]
Nama : Bima Wandana Putra, S.Pd.
Alamat : Patrang, Jember
Alumni : MA Unggulan Nuris, Jurusan IPA, tahun 2021
Kuliah : S-1 Manajemen Pendidikan UIN KH. Achmad Siddiq Jember
Karier : ASN PPPK SRT 05 Bogor
