Indonesia Lawyers Club

Penulis: Bangkit Nugroho, S.sos

Beliau adalah salah satu guru Sosiologi SMA Nuris Jember.

Indonesia Lawyers Club adalah sebuah program acara talkshow di TV One yang membahas berbagai topik panas yang sedang terjadi di Indonesia. Acara ini dipandu oleh seorang jurnalis senior, Karni Ilyas. Jakarta Lawyers Club menghadirkan diskusi dan debat mengenai topik yang sedang dibahas. Tamu-tamu di acara ini bukan orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki nama besar di panggung politik, hukum hingga seni dan budaya di Indonesia, seperti pengacara, anggota parlemen sampai ke tingkat menteri. Mereka akan akan memberikan tanggapan dan analisa mereka.

Indonesia Lawyers Club merupakan sebuah acara yang akan memberikan wawasan dan pengetahuan kepada Anda tentang berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini dari sudut pandang yang lebih luas karena di Indonesia Lawyers Club semua topik akan selalu dibahas secara tuntas dan jelas dari berbagai sisi.

Peirce mengemukakan teori segitiga makna atau triangle meaning yang terdiri dari tiga elemen utama, yakni tanda (sign), object, dan interpretant. Tanda adalah sesuatu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk (merepresentasikan) hal lain di luar tanda itu sendiri. Tanda menurut Peirce terdiri dari Simbol (tanda yang muncul dari kesepakatan), Ikon (tanda yang muncul dari perwakilan fisik) dan Indeks (tanda yang muncul dari hubungan sebab-akibat). Sedangkan acuan tanda ini disebut objek. Objek atau acuan tanda adalah konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda atau sesuatu yang dirujuk tanda.

(Baca juga: Peran Guru dalam Membentuk Siswa Berkompetensi Tinggi melalui Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan Pendekatan Konstruktivisme)

Interpretant atau pengguna tanda adalah konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya ke suatu makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda. Hal yang terpenting dalam proses semiosis adalah bagaimana makna muncul dari sebuah tanda ketika tanda itu digunakan orang saat berkomunikasi.

Contoh: Saat seorang wanita mengenakan jilbab, maka wanita itu sedang mengomunikasikan mengenai dirinya kepada orang lain yang bisa jadi memaknainya sebagai simbol kemuslimahan.

Jadi menurut Peirce dalam teorinya segitiga makna, ada tiga konsep pokok dalam menginterpretasikan suatu objek, dimana objek tersebut oleh manusia digunakan untuk tujuan tertentu. Tiga konsep tersebut adalah sign, object, dan interpretant. Sign atau tanda adalah sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indera, dan mewakilkan sesuatu yang eksternal dari obyek tersebut. Objek adalah acuan dari tanda yang dimunculkan atau maksud dan tujuan dibalik tanda tersebut. Interpretant atau pengguna tanda adalah pelaku, dimana pelaku memiliki konsep tersendiri menggunakan tanda dan nantinya konsep tersebut dipahami oleh orang lain.

Jika merujuk pada uraian di atas, Indonesia Lawyers Club merupakan suatu bentuk program pencitraan peserta diskusi Indonesia Lawyers Club, hal ini apat kita lihat dalam cara mereka menyampaikan argumen mereka masing-masing dalam menganalisis suatu kasus. Jika merujuk pada teori semiotika di atas, maka pola cara mereka dalam menyampaikan pendapat maupun argumen mereka masing-masing merupakan tanda, objeknya adalah pencitraan posisi badan pemerintah yang mereka duduki saat ini dan pencitraan dirinya sendiri, dengan kata lain mereka menampangkan bagian positif mereka di muka publik, baik si penyampai argumen maupun badan pemerintah yang si penyampai duduki, misalnya komisi I, II, III. Objeknya dapat bermacam-macam mulai dari pencitraan sampai menjatuhkan badan pemerintah yang lain melalui perdebatan dalam diskusi.

Menurut pemikiran saya secara sosiologis mereka harus melakukan hal tersebut untuk mempertahankan status quo dan ada kemungkinan pula untuk menciptakan kestabilan sistem sosial, mengingat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sudah mulai tereduksi, terutama dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial, ekonomi, politik dan lain-lain, yang sedang terjadi di Indonesia saat ini, ketidakpercayaan tersebut dapat kita lihat pada kasus Lapas Cebongan di Sleman.

 

 

Related Post