Belajar dari Kuda Goyang

Penulis: Ahmad Zadun Naja

Kuda goyang merupakan sebuah mainan yang sudah tidak asing lagi di mata para balita. Mainan yang sengaja dibuat menyerupai kuda dengan tujuan agar balita bisa bermain sambil mengenal sedikit mengenai makhluk hidup. Berbeda dengan kuda aslinya, kuda goyang ini hanya bisa dinikmati dengan menggerak-gerakkannya ke depan dan ke belakang. Lantas, apa yang bisa kita pelajari dari kuda goyang jika benda tersebut hanya menjadi sebuah mainan balita? Jika kita teliti dan pelajari lebih lanjut, ternyata ada satu hal yang bisa dijadikan motivasi dari kuda goyang.

(baca juga: Menjadi Kaya dan Sholeh, Mengapa tidak?)

Ada sebuah cerita dari seorang karyawan perusahaan. Karyawan tersebut mengeluh kepada atasannya karena tidak dinaikkan jabatan. Padahal, karyawan tersebut sudah bekerja keras, selalu berangkat pagi dan pulang malam. Dia tidak pernah menyusahkan perusahaannya, tidak pernah telat, semua pekerjaan dikerjakannya ddengan baik dan tepat waktu. Intinya, dia tidak pernah melanggar tata tertib perusahaan.

Karyawan tersebut merasa pekerjaannya harus dibalas dengan naik jabatan. Mendengar keluh kesah karyawan tersebut, atasannya langsung menjawab bahwa dia hanya bisa bergerak di perusahaan yang memang itu kewajibannya. Bekerja dengan baik sudah menjadi kewajibannya seperti mengerjakan tugas dengan baik dan mengumpulkannya tepat waktu, dan lain-lain. Berbeda, jika dia melakukan hal yang bermanfaat, maka dia berhak dinaikkan jabatannya.

(baca juga: Berhijab yang Baik di Indonesia)

Dari ilustrasi di atas dapat disimpulkan bahwa janganlah kamu menjadi seperti kuda bergoyang, banyaklah bermuhasabah. Jangan hanya pintar bergerak, tapi tidak pandai pandai memberi kemajuan. Disarankan, kalian bisa meniru sifat dari kursi roda, kenapa? Nantikan motivasi kami berikutnya.

Penulis merupakan siswa MA Unggulan Nuris kelas XI PK A. Penulis aktif sebagai anggota ekstrakurikuler Jurnalistik Website Pesantrennuris.net

Related Post