Hangatnya Penyambutan TSEP 2026 di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, Pererat Persahabatan Internasional

Lintas Budaya, Lintas Negara, TSEP 2026 Hadirkan Kebersamaan di Nuris Jember

Pesantren Nuris – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember dalam rangka penyambutan peserta Thailand Student Exchange Program (TSEP) 2026. Kegiatan ini menjadi momen berharga dalam mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Thailand, khususnya di lingkungan pendidikan pesantren.

Acara penyambutan dilaksanakan di Masjid Baitunnur dan diikuti oleh para santri serta jajaran pengasuh pondok pesantren. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak Senin, 13 April 2026. Sebanyak 34 peserta turut ambil bagian dalam program ini, terdiri dari 10 peserta laki-laki dan 24 peserta perempuan.

Rangkaian acara dibuka dengan penuh khidmat, dipandu oleh dua pembawa acara, yakni Gwen Jocelyn dan Nur Syamila. Keduanya sukses membawa suasana menjadi lebih hidup dan terarah sejak awal hingga akhir kegiatan.

Dalam sambutannya, Gus Robith Qoshidi, Lc. menyampaikan bahwa program TSEP bukan sekadar pertukaran pelajar biasa, melainkan menjadi jembatan persaudaraan antarbangsa. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang erat antara Indonesia dan Thailand melalui kegiatan edukatif seperti ini.

(Baca juga : Pelepasan Santri TSEP : Pulang Membawa Sejuta Pengalaman Tak Ternilai dari Pondok Pesantren Nuris)

“TSEP menjadi bukti bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru dari sinilah kita bisa saling belajar dan memperluas wawasan,” dawuh beliau.

Sambutan juga disampaikan oleh Ustaz Syarif selaku pendamping peserta TSEP. Beliau mengungkapkan bahwa para peserta merasa nyaman dan diterima dengan baik di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam. Menurutnya, meskipun berasal dari negara yang berbeda, para peserta dapat merasakan suasana kekeluargaan yang kuat.

“Kita mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi di sini kita seperti saudara. Kebersamaan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.

Selain sambutan, acara juga diisi dengan berbagai kegiatan interaktif yang bertujuan memperkenalkan budaya serta sistem pendidikan di pesantren. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan santri, sehingga tercipta pertukaran pengalaman yang bermakna.

Pada hari kedua, suasana penyambutan kembali terasa meriah. Para santri menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut para peserta TSEP. Interaksi yang terjalin tidak hanya sebatas kegiatan formal, tetapi juga melalui aktivitas sehari-hari yang mempererat hubungan antar peserta.

Sebagai bentuk apresiasi, pihak pondok pesantren juga memberikan cenderamata kepada peserta TSEP. Sebaliknya, peserta dari Thailand turut memberikan kenang-kenangan kepada pihak Pesantren Nuris sebagai simbol persahabatan yang terjalin.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Gus Rahmatullah Rijal, S.Sos. Doa tersebut menjadi penutup yang penuh makna, sekaligus harapan agar hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Program TSEP ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para peserta, tetapi juga membuka wawasan santri tentang pentingnya toleransi, kerja sama, dan saling menghargai perbedaan. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Nurul Islam Jember kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga aktif dalam menjalin hubungan internasional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat persaudaraan lintas negara dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi generasi muda di masa depan. (JSM/NZW/FNF.Red)

Related Post