Hangatnya Kebersamaan Halalbihalal di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember
Pesantren Nuris – Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember kembali menggelar Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10 pada Sabtu, 18 April 2026. Bertempat di Masjid Baitunnur, kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh para santri serta wali santri kelas XII dari berbagai lembaga, yakni SMA, SMK, dan MA Unggulan Nuris Jember.
Acara ini menjadi momen penting sekaligus puncak dari perjalanan panjang para santri dalam mempelajari kitab kuning dan menghafal Al-Qur’an. Tidak hanya menjadi simbol kelulusan, wisuda ini juga menjadi bentuk apresiasi atas ketekunan dan kesungguhan para santri selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawassul yang dipimpin oleh Gus Royhan Tamami, Lc. Suasana menjadi semakin khusyuk saat seluruh hadirin larut dalam doa, memohon keberkahan atas ilmu yang telah dipelajari. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah nuansa religius dalam kegiatan tersebut.
Sambutan kemudian disampaikan oleh KH. Robith Qoshidi, Lc. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi para santri.
“Wisuda Kitab Kuning dan Tahfiz ini merupakan cerita perjalanan kesuksesan santri Pondok Pesantren Nurul Islam Jember yang telah berjuang keras jauh dari orang tua. Ini juga cerita tentang orang tua yang ingin anaknya sukses, berakhlak mulia, dan berilmu tinggi, meskipun harus banting tulang dan menahan rindu,” tutur beliau.
Acara semakin menarik dengan pemutaran video profil dan prestasi Pondok Pesantren Nurul Islam Jember yang menampilkan perjalanan dan perkembangan Pesantren Nuris Jember. Tayangan ini memberikan gambaran tentang komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang unggul di bidang akademik maupun keagamaan.
Selain itu, penampilan dari para peserta didik turut memeriahkan suasana. Kemampuan mereka dalam menghafal Al Quran dan kitab kuning diuji oleh para ustaz dan wali santri. Ini membuktikan bahwa mereka tidak sekadar khatam, melainkan hafal yang disertai dengan pemahaman yang mendalam.
Salah satu bagian yang paling berkesan adalah pembacaan nadhom Tarbiyatus Shibyan dan Alfiyah yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Lantunan nadhom tersebut menjadi simbol kuat dari tradisi keilmuan pesantren yang terus dijaga dan dilestarikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Syaikhul Ma’had, KH. Muhyiddin Abdusshomad. Beliau menyampaikan kepada seluruh santri bahwa apa yang telah didapatkan di pesentren jangan sampai dihilangkan, melainkan harus diamalkan. Dengan demikian, hidup dapat menjadi barokah dan bahagia dunia akhirat.
Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda, di mana para santri dipanggil satu per satu untuk menerima penghargaan atas pencapaian mereka. Suasana haru terasa ketika para santri berdiri dengan bangga, disaksikan oleh orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi mereka.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan penuh harap, agar ilmu yang telah diperoleh membawa keberkahan dan manfaat dalam kehidupan para santri ke depan. Penutup berlangsung dengan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.
Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi dan syukur. Pesantren Nuris Jember kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat. (IZT/JLN/FNF.Red)
