Asyiknya Kelas 1C Belajar Voucher Refleksi Bersama Ustadzah Viva di MI Unggulan Nuris Jember!

Ustadzah Ini Berhasil Menyulap Papan Tulis Menjadi Etalase Hadiah Pemicu Semangat Siswa

Pesantren Nuris – Bicara soal kreativitas mengajar, ruang kelas 1-C di MI Unggulan Nuris Jember sepertinya memang tidak pernah kehabisan ide-ide segar. Melanjutkan kisah seru Ustadzah Viva yang sebelumnya sukses menyulap pelajaran sejarah Hardiknas jadi mengasyikkan, kali ini ada inovasi belajar lain yang tak kalah memikat hati anak-anak sebelum mereka memasuki masa belajar mandiri di rumah.

Jika biasanya kegiatan mengulang pelajaran refleksi identik dengan mengerjakan soal di buku tulis yang membosankan dan membuat anak cepat mengantuk, Ustadzah Viva justru menyulapnya menjadi arena permainan yang mendebarkan. Beliau menghadirkan sebuah metode interaktif unik yang diberi nama Voucher Refleksi.

Pemandangan di ruang kelas 1-C hari itu sungguh berbeda dan sukses membuat mata murid-murid terbelalak antusias. Bagaimana tidak? Papan tulis yang biasanya penuh dengan coretan spidol berisi materi pelajaran, mendadak berubah fungsi menjadi sebuah etalase hadiah yang sangat menggoda selera.

Di papan tulis putih tersebut, Ustadzah Viva dengan sengaja menempelkan berbagai macam jajanan ringan favorit anak-anak. Bahkan, tidak hanya makanan ringan, ada juga lembaran uang tunai asli yang diselipkan di sana! Tentu saja, hadiah-hadiah menggiurkan ini bukan dibagikan secara cuma-cuma, melainkan harus ditebus lewat sebuah tantangan seru.

(Baca juga : Spesial Hadiknas! Serunya Siswa MI Unggulan Nuris Jember Mengenal Bapak Pendidikan Bersama Ustadzah Viva!)

Tantangannya ada pada selembar kertas kecil yang digenggam oleh masing-masing siswa, yakni Voucher Refleksi. Layaknya sedang bermain kupon undian berhadiah sungguhan, anak-anak diminta untuk menggosok bagian tertentu pada voucher tersebut menggunakan uang koin. Sensasi mendebarkan saat menggosok bagian abu-abu di kertas inilah yang membuat suasana kelas seketika menjadi riuh, penuh tawa, dan rasa penasaran.

Di balik lapisan yang digosok tersebut, tersembunyi sebuah pertanyaan atau soal pembelajaran yang harus mereka pecahkan. Jika murid berhasil menjawab pertanyaan itu dengan tepat, barulah mereka berhak melangkah maju ke depan kelas untuk mengklaim hadiahnya. Mereka bisa langsung mengambil jajanan atau uang dari papan tulis, menyesuaikan dengan gambar hadiah yang tertera di balik voucher mereka masing-masing.

Pendekatan kreatif semacam ini rupanya lahir dari filosofi mengajar Ustadzah Viva yang sangat peduli pada kondisi psikologis anak usia dini. Beliau menyadari betul bahwa bagi siswa kelas satu, belajar haruslah terasa seperti sebuah petualangan yang menggembirakan, bukan beban tugas yang menakutkan.

“Sebagai seorang guru, saya sangat percaya bahwa pembelajaran yang menyenangkan atau fun learning adalah kunci utama untuk membangun minat belajar siswa sejak usia dini. Dan salah satu inovasi yang coba saya gunakan ya lewat media voucher gosok ini. Di mana di dalamnya terdapat soal-soal pembelajaran yang bisa diungkap dengan cara yang sangat seru dan tentu saja memancing rasa penasaran mereka,” tutur Ustadzah Viva.

Terbukti, lewat media interaktif ini, atmosfer belajar di kelas menjadi jauh lebih hidup. Siswa tidak sekadar duduk pasif mendengarkan materi, melainkan ikut merasakan pengalaman belajar yang aktif dan memacu adrenalin.

“Lewat media ini, anak-anak merasa seperti sedang bermain, padahal sebetulnya mereka sedang asyik belajar dan menjawab soal,” tambah beliau.

Ustadzah Viva juga mencatat adanya perubahan sikap mental yang sangat positif dari anak-anak didiknya. Metode ini terbukti ampuh meruntuhkan tembok rasa takut salah yang sering dialami murid saat diberi pertanyaan oleh guru. Anak-anak menjadi jauh lebih berani angkat tangan untuk mencoba, tidak lagi takut ditertawakan jika keliru, dan jauh lebih menikmati proses belajarnya.

Menutup ceritanya, pahlawan tanpa tanda jasa ini menitipkan sebuah harapan besar bagi dunia pendidikan. “Harapan saya pribadi, inovasi-inovasi sederhana seperti ini bisa terus dikembangkan ke depannya. Dan semoga, apa yang kami lakukan ini bisa ikut menginspirasi guru-guru lain untuk terus menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan pastinya bermakna bagi anak-anak,” tutup Ustadzah Viva.

Sungguh sebuah dedikasi yang luar biasa dari tenaga pendidik di MI Unggulan Nuris Jember. Dari metode Voucher Refleksi ini, kita semua belajar bahwa dengan sedikit sentuhan kreativitas, materi sesulit apa pun bisa disulap menjadi permainan yang paling dinanti oleh murid. Teruslah berkarya dan menginspirasi, Ustadzah Viva! Barakallah. [FE.Red]

Related Post