Ustadzah Viva Padukan Latihan Menulis dan Refleksi Diri Melalui Permainan Edukatif yang Menyenangkan!
Pesantren Nuris – Inovasi demi inovasi seolah tak pernah berhenti mengalir dari ruang kelas 1-C MI Unggulan Nuris Jember. Setelah sebelumnya kita dibuat takjub dengan keseruan metode Voucher Refleksi yang menyulap papan tulis menjadi etalase hadiah, Ustadzah Viva kembali hadir dengan ide pembelajaran yang tak kalah brilian dan menggemaskan.
Kali ini, ide tersebut lahir dari momen liburan hari besar yang baru saja usai. Meskipun euforianya telah berlalu, kenangan hangat dan cerita seru dari anak-anak tentu masih sangat lekat di ingatan mereka. Nah, untuk mewadahi luapan cerita tersebut agar menjadi aktivitas akademik yang asyik, Ustadzah Viva menciptakan sebuah media belajar unik yang berbentuk toples dari kertas.
Jika biasanya sebuah toples diisi dengan kue-kue manis yang renyah, toples kertas buatan Ustadzah Viva ini justru berisi sesuatu yang jauh lebih bermakna. Anak-anak diberikan selembar kertas bergambar toples cantik, namun di bagian dalamnya terdapat kolom-kolom kosong yang harus mereka lengkapi dengan tulisan tangan mereka sendiri.
Di dalam toples kertas tersebut, Ustadzah Viva telah menyiapkan enam poin pemantik cerita yang sangat menarik untuk dijawab oleh siswa. Pertama, mereka diminta menceritakan bagaimana suasana di hari pertama Lebaran. Kedua, mereka harus menuliskan tempat-tempat mana saja yang asyik untuk dikunjungi selama liburan tersebut.
(Baca juga : Asyiknya Kelas 1C Belajar Voucher Refleksi Bersama Ustadzah Viva di MI Unggulan Nuris Jember!)
Tak berhenti sampai di situ, pertanyaan ketiga berlanjut pada apa makanan kesukaan mereka saat perayaan hari raya. Keempat, hal apa yang paling menyenangkan bagi mereka. Kelima, kejadian unik apa yang mereka temui selama momen tersebut. Dan terakhir yang keenam, anak-anak diminta merenung dan menuliskan apa harapan mereka setelah perayaan hari raya ini usai.
Melihat anak-anak kelas 1-C menunduk serius namun dengan senyum yang terus mengembang saat menggoreskan pensilnya, hal ini membuktikan bahwa metode Ustadzah Viva sangat berhasil. Mereka seolah tidak sadar bahwa mereka sedang berlatih merangkai kalimat dan melancarkan kemampuan menulis. Bagi mereka, kegiatan ini murni seperti sedang mencurahkan isi hati dan berbagi memori seru kepada teman-teman serta gurunya.
Di balik kesederhanaan selembar toples kertas, ada tujuan yang sangat mendalam dari sang wali kelas. Ustadzah Viva mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk bersenang-senang atau mengisi waktu luang di kelas. Ada nilai-nilai kehidupan yang ingin ia tanamkan kuat-kuat ke dalam sanubari anak didiknya.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi menjadi ruang refleksi bagi siswa untuk memahami nilai-nilai Lebaran seperti saling memaafkan, berbagi, dan memperbaiki diri,” ungkap Ustadzah Viva.
Beliau melihat langsung bagaimana anak-anak begitu antusias saat mengingat kembali momen kehangatan keluarga mereka. “Anak-anak belajar mengungkapkan perasaan, mengenang pengalaman Lebaran mereka, sekaligus memahami arti kebersamaan dalam keluarga dan lingkungan,” tambah guru yang selalu penuh dedikasi ini.
Bagi Ustadzah Viva, memantau proses belajar anak-anak lewat toples kertas ini memberikan kesan tersendiri yang sangat menyentuh. “Kesan saya, pendekatan seperti ini membuat pembelajaran lebih hidup dan menyentuh hati. Siswa tidak hanya belajar secara kognitif, tetapi juga secara emosional dan spiritual,” tuturnya dengan nada penuh haru dan bangga melihat perkembangan moral murid-muridnya.
Sebagai penutup, pahlawan tanpa tanda jasa ini tak menitipkan sebuah asa yang besar bagi kemajuan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah tercinta.
“Harapan saya, kegiatan sederhana seperti ini dapat terus dikembangkan agar pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan membentuk karakter anak sejak dini,” pungkasnya.
Melalui toples kertas penuh makna ini, MI Unggulan Nuris Jember kembali membuktikan komitmennya. Madrasah ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu membaca dan berhitung, melainkan juga taman yang indah untuk menyemai akhlak, emosi, dan karakter mulia anak bangsa. Teruslah berinovasi, Ustadzah Viva, kami selalu menanti kejutan cerita seru berikutnya dari kelas 1-C! [FE.Red]
