Andalkan Belajar Malam Hari untuk Taklukkan Kesulitan Memahami Kitab, Emil Buktikan Kedisiplinan Berbuah Manis
Pesantren Nuris – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baitunnur pada Sabtu, 18 April 2026. Dalam acara Wisuda Kitab dan Tahfizh ke-X Pesantren Nuris Jember, seluruh wali murid kelas XII dari lembaga SMA, MA Unggulan, dan SMK Nuris Jember berkumpul menyaksikan pencapaian putra-putri mereka. Di antara barisan wisudawati, Emil Zakiyatul Amelia tampil memukau dengan menuntaskan hafalan 7 kitab meski di tengah kesibukan mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi.
Gadis asal Puger yang akrab disapa Emil ini merupakan siswi kelas XII IPS 2 SMA Nuris Jember sekaligus alumni SMP Nuris Jember. Selama enam tahun Emil menimba ilmu di pesantren ini hingga akhirnya berhasil mengkhatamkan 7 kitab pada jenjang Diniyah 3B Ula, yakni Hidayatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Taqrib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Amtsilah Tasrifiyah, dan Kailani. Selain rajin mengaji, Emil memiliki wawasan yang luas. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaannya dalam agenda bergengsi NSEP (Nuris Student Exchange Programme) tahun 2025 lalu. Pengalaman bertukar ilmu dengan pelajar di luar negeri tersebut memberikan warna tersendiri bagi kepribadiannya yang rajin dan berwawasan global.
(Baca juga : Khatamkan 7 Kitab di Wisuda Ke-X, Rensi Anggia Pratista Siswi SMA Nuris Jember Buktikan Kedisiplinan Berbuah Manis)
Perjalanan Emil dalam menghafal kitab tidak selalu mulus. Putri dari Bapak Samsul Arifin dan Ibu Siti Nurfaidah ini mengaku sempat mengalami kendala dalam belajar. “Kesulitan saya dalam mengkhatamkan kitab adalah sering kurang bisa memahami pelajaran dan materinya. Namun, saya mengatasinya dengan rutin belajar di malam hari saat suasana lebih tenang agar lebih fokus masuk ke ingatan,” ungkap Emil mengenai strateginya.
Ketangguhan Emil juga terlihat di luar bidang agama. Selain rajin mengaji, Emil adalah anggota aktif ekstrakurikuler voli. Melalui voli, ia belajar tentang sportivitas dan daya tahan fisik yang membantunya tetap bugar meski harus terjaga di malam hari untuk belajar. Hebatnya lagi, pada pengumuman SNBP lalu, Emil dinyatakan lolos ke Universitas Jember (UNEJ) pada jurusan Ilmu Hukum.
Enam tahun hidup di pesantren memberikan kesan mendalam bagi Emil. “Hikmah mondok bagi saya adalah bisa hidup mandiri dan punya banyak teman dari berbagai daerah, bahkan dari pulau lain,” tuturnya. Emil pun menitipkan harapan tulus agar ilmu yang ia peroleh selama di Pesantren Nuris Jember bisa barokah. “Harapan saya semoga bisa mengamalkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat,” pungkasnya.
Kisah Emil Zakiyatul Amelia mengajarkan kita bahwa ketekunan akan mengalahkan rasa sulit. Walaupun kurang memahami suatu pelajaran, jangan menyerah, carilah waktu yang tepat untuk mendalaminya kembali. Teruslah berjuang, karena setiap usaha kecil yang rutin dilakukan akan membuahkan hasil yang luar biasa! [ANF. Red]
Nama : Emil Zakiyatul Amelia
Alamat : Puger, Jember
Lembaga : SMA Nuris Jember
Kelas Formal : XII IPS 2
Kelas Diniyah : 3B Ula
Prestasi : Khatam 7 Kitab (Hidayatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Taqrib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Amtsilah Tasrifiyah, dan Kailani)
