Selain Jago Berbahasa Inggris, Septria juga Kembangkan Potensi Desain Grafis di Pesantren
Pesantren Nuris – Belajar di Pesantren Nuris Jember tak menghalangi Septria Aida Fitri Fakhiroh meraih prestasi gemilang dalam bahasa Inggris atau pun mengembangkan potensi dalam desain grafis. Terbukti, ia dapat melakukan keduanya secara bersamaan selain tetap mendalami kitab kuning dan bahasa Arab.
Remaja yang duduk di kelas X F MA Unggulan Nuris patut diacungi jempol karena semangatnya dalam berprestasi. Ia baru saja meraih medali perak olimpiade bahasa Inggris ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh PUSKASNAS pada 03 Mei 2026 kemarin.
Prestasi yang diraih oleh putri dari bapak Ahmad Bashari dan ibu Uswatun Hasanah ini bukan kali pertama. Sebelumnya, ia juga sempat membukukan prestasi gemilang dalam bidang bahasa Inggris lainnya yakni, juara 1 olimpiade bahasa Inggris tingkat internal dan juara 1 story telling.
“Yang pasti senang alhamdulillah telah meraih prestasi. Bagi saya kesempatan yang telah difasilitasi oleh MA Unggulan Nuris benar-benar harus dimaksimalkan. Dengan prestasi ini, saya semakin termotivasi untuk meningkatkan semangat belajar demi membanggakan kedua orang tua.” Tukas Septria dengan tersenyum bangga.
(baca juga: Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Santri Pedia 2026, Prestasi Nasional Kebanggaan Santri MA Unggulan Nuris)
Dara asal Maesan, Bondowoso ini merasa jikalau belajar harus totalitas meski terkadang dihantui rasa bosan dan malas. Apalagi kondisi di pesantren dengan banyak tuntutan belajar yang cukup padat, tetapi bukan berarti harus pasrah atau bahkan menyerah. Justru kondisi ini semakin membuatnya banyak belajar dalam mengatur waktu dan mengasah hobi agar dapat membangkitkan mood belajar.
“Di MA Unggulan Nuris juga masih sangat terbuka bagi santri yang punya hobi desain grafis. Kami juga diadakan ekskul yang menampung hobi dan minat kami untuk dapat mengasah dan belajar. Bahkan di jam sekolah ada jeda waktu bagi kami untuk menerapkan materi desain dalam media jurnalistik mayouries di MA Unggulan Nuris.” Imbuhnya.
“Walaupun selalu gagal terus semangat dan pantang menyerah because failure is another step stone to togheter. Pokok harus terus mencoba dan melakukan yang terbaik. Ke depan semoga saya bisa kuliah ke Brawijaya Malang atau mungkin impia saya kuliah ke Kyoto Jepang dapat tercapai. Di sana saya ingin mendalami desain arsitektur.” Tutupnya.[AF.Red]
