Pendiam tapi Luar Biasa, Insiro Hadiri Wisuda Kitab dengan Rasa Bangga
Pesantren Nuris – Kesungguhan dalam menuntut ilmu agama kembali ditunjukkan oleh siswa SMK Nuris Jember. Insiro Hudia Uzzuhro, siswi kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), berhasil menuntaskan enam kitab kuning saat menyelesaikan masa belajarnya di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi membanggakan yang diraih Insiro selama mondok dan bersekolah di lingkungan Nuris.
Siswi asal Rambipuji, Jember, ini dikenal sebagai pribadi yang rajin dan pendiam. Meski tidak banyak berbicara, Insiro memiliki semangat belajar yang tinggi, khususnya dalam mendalami ilmu agama melalui pembelajaran kitab kuning. Ketelatenannya dalam mengikuti proses belajar membuatnya mampu menyelesaikan berbagai tahapan pembelajaran kitab dengan baik.
Enam kitab yang berhasil dikhatamkan Insiro meliputi Hidayatus Shibyan, Aqidatul Awwam, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadis, Safinatunnajah, dan Ta’limul Muta’allim. Hal itu menjadi bukti kesungguhannya selama belajar di pesantren. Dalam tradisi pesantren, mempelajari kitab kuning bukan hanya soal membaca teks Arab tanpa harakat, tetapi juga memahami isi, makna, serta nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi agar mampu menyelesaikan proses pembelajaran tersebut.
(Baca juga : Bintang Kelas Saat di SMK Nuris, Kini Agiesta Sukses Berkarier di Bengkel Resmi Honda, AHASS Amarin Motor)
Selama menjadi santri, Insiro dikenal disiplin dalam mengikuti kegiatan mengaji dan pembelajaran kitab. Ia termasuk siswa yang tekun menyimak penjelasan guru dan berusaha memahami materi dengan baik. Sikap tenang yang dimilikinya justru membuatnya lebih fokus dalam belajar.
Selain mendalami kitab kuning, Insiro juga memiliki ketertarikan di bidang sastra. Ia dikenal menyukai dunia kepenulisan dan beberapa kali menunjukkan kemampuan menulisnya dalam karya sastra. Minat tersebut menjadi salah satu cara bagi Insiro untuk mengekspresikan pemikiran dan pengalaman yang dimilikinya selama belajar di pesantren.
Meski aktif dalam dunia literasi, Insiro tetap menempatkan pembelajaran agama sebagai prioritas utama selama mondok. Ia percaya bahwa ilmu agama menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan di masa depan.
Saat diwawancarai, Insiro mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang telah diberikan kepadanya selama belajar di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menyelesaikan pembelajaran kitab sampai khatam. Banyak pelajaran berharga yang saya dapat selama mondok, bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang kesabaran dan proses belajar. Terima kasih kepada para guru dan orang tua yang selalu mendoakan dan mendukung saya,” ungkapnya.
Para guru mengenal Insiro sebagai siswi yang santun, mudah diarahkan, dan memiliki semangat belajar yang baik. Walaupun pendiam, ia dinilai mampu menunjukkan perkembangan yang positif selama belajar di sekolah maupun pesantren. Keberhasilan Insiro mengkhatamkan enam kitab kuning diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus semangat dalam belajar agama di tengah kesibukan sekolah formal.
Kisah Insiro Hudia Uzzuhro menjadi bukti bahwa ketekunan dan kesungguhan akan membawa hasil yang membanggakan. Dari ruang kelas hingga majelis pengajian kitab, ia berhasil menunjukkan bahwa proses belajar yang dijalani dengan ikhlas akan menjadi bekal berharga untuk masa depan. (MFAF.Red)
Nama : Insiro Hudia Uzzuhro
Kelas : XII TKJ
Alamat : Rambipuji, Jember
Hobi : Membaca buku
Cita-cita : Guru Pendidikan Agama Islam
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 6 Kitab (Hidayatus Shibyan, Aqidatul Awwam, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadis, Safinatunnajah, dan Ta’limul Muta’allim)
Riwayat Prestasi :
- Juara terbaik 6 Lomba Menulis Cerpen Bertema Jember Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Balai RW Institute (2025)
- Juara 1 Lomba Internal Menulis Cerita Pendek Nuris Jember Semester Genap 2024/2025
- Juara 3 Lomba Internal Menulis Cerita Pendek Nuris Jember Semester Ganjil 2025/2026
