Dari Pesantren untuk Masyarakat, PAM MA Unggulan Nuris Cetak Santri Berjiwa Pengabdian

Melalui pendekatan antargenerasi, peserta PAM tidak hanya mengajar, tetapi juga menanamkan kreativitas dan nilai kepedulian sosial

Pesantren Nuris — Suasana hangat dan penuh semangat terasa menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam Jember pada Senin, 11 Mei 2026. Kedatangan peserta Program Abdi Masyarakat (PAM) dari 16 pondok pesantren terpilih disambut antusias oleh para santri. Program ini menjadi wadah pengabdian yang membawa misi besar, yakni menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, pengalaman mengajar, serta pengabdian langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh siswa-siswi kelas X MA Unggulan Nuris yang memenuhi lokasi acara dengan semangat dan rasa bangga.

Acara berlangsung dengan khidmat dan dipandu oleh Nandina Salsabila serta Dinda Dwi Maharani selaku master of ceremony. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan tawasul yang dipimpin oleh Gus Robith Qosidi, Lc. Momen tersebut menjadi pembuka yang penuh harapan sekaligus ungkapan syukur atas selesainya program pengabdian yang telah berlangsung selama satu bulan.

Selama menjalankan tugas pengabdian, para peserta PAM telah mengamalkan ilmu yang dimiliki di pondok pesantren tempat mereka mengabdi. Pengalaman tersebut tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga membentuk jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat.

(Baca juga : MA Unggulan Nuris Rayakan Hardiknas 2026 dengan Gebyar Literasi Berbasis Inovasi)

Kegiatan semakin meriah saat penayangan video dokumentasi perjalanan PAM ditampilkan di hadapan seluruh santri kelas X dan dewan guru MA Unggulan Nuris. Tayangan tersebut berhasil menghadirkan suasana haru sekaligus bangga, karena memperlihatkan berbagai aktivitas pengabdian, proses belajar mengajar, hingga kebersamaan para peserta selama menjalankan amanah di pondok masing-masing.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Gus Royhan Tamami. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh peserta PAM yang telah membawa nama baik MA Unggulan Nuris di tempat pengabdian masing-masing. Beliau juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi para santri untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ustad Makmun Muraid selaku penanggung jawab Program Abdi Masyarakat (PAM). Beliau menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan proses pembentukan karakter santri agar memiliki kepedulian sosial, semangat berbagi ilmu, dan kesiapan terjun langsung ke masyarakat.

Memasuki sesi penyampaian pesan dan kesan, setiap perwakilan kelompok PAM menyampaikan pengalaman berharga yang mereka rasakan selama menjalankan pengabdian. Mereka mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru, mulai dari cara berinteraksi dengan masyarakat, mengelola kegiatan pembelajaran, hingga menghadapi berbagai tantangan di lingkungan baru. Para peserta juga menyampaikan rasa terima kasih kepada MA Unggulan Nuris karena telah menghadirkan program yang dinilai sangat bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan dan memperluas pengalaman mereka.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Gus Rahmatullah Rizal, S.Sos. Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama program PAM dapat menjadi keberkahan serta membawa manfaat bagi banyak orang.

Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya, Program Abdi Masyarakat (PAM) ini lebih menekankan pendekatan antargenerasi. Para peserta tidak hanya mengajar, tetapi juga berbagi kreativitas, wawasan, dan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak usia sekolah dasar serta masyarakat sekitar. Melalui program ini, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian dan kepedulian sosial yang tinggi. [RD/LYA/RA/LA.Red]

Related Post