Pantang Menyerah Menghafal, M. Ruvi Aditya Sukses Khatamkan 7 Kitab di Wisuda Ke-X Nuris 

Sukses Tuntaskan Khatam 7 Kitab Demi Banggakan Orang Tua

Pesantren Nuris – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh salah satu santri berprestasi dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Unggulan Nuris Jember. Di tengah ketatnya persaingan akademik dan kedisiplinan pondok pesantren, seorang santri bernama lengkap M. Ruvi Aditya Putra Arifin berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam bidang keagamaan. Keberhasilannya ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.

Santri yang akrab disapa Ruvi ini tercatat sebagai salah satu peserta dalam gelaran sakral Wisuda Kitab dan Tahfidz Ke-X Pesantren Nurul Islam (NURIS) Jember. Prosesi wisuda ini merupakan agenda tahunan yang sangat dinantikan, sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi para santri yang telah menyelesaikan target hafalan al-Qur’an maupun pendalaman kitab-kitab kuning.

Remaja yang berasal dari Jalan Letjen Suprapto ini sehari-harinya menempuh pendidikan di kelas 9A MTs Unggulan Nuris. Di kalangan teman-temannya, Ruvi dikenal sebagai pribadi yang aktif dan gemar berolahraga. Ketika memiliki waktu luang di sela-sela padatnya aktivitas pesantren, ia kerap menghabiskan waktunya dengan bermain futsal, hobi yang diakuinya menjadi sarana penyegaran pikiran.

(Baca juga : Menginpirasi, Junidin Jayyidan Berhasil Tuntaskan Hafalan 254 Bait Nadhom Imrity di MTs Unggulan Nuris)

Meski gemar berolahraga, fokus utama Ruvi terhadap pendidikan agama tidak berkurang sedikit pun. Prestasi luar biasa berhasil ia tunjukkan dengan menuntaskan hafalan dan pemahaman terhadap 7 kitab mu’tabarah sekaligus. Pencapaian ini tentu tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui proses mengaji dan mengkaji yang panjang di bawah bimbingan para ustaz dan kiai.

Ketujuh kitab yang berhasil dikhatamkan oleh Ruvi mencakup berbagai lini keilmuan Islam dasar hingga lanjutan. Kitab-kitab tersebut adalah Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Safinatun Najah, serta kumpulan 101 Hadist.

Di balik kesuksesan mengkhatamkan ketujuh kitab tersebut, Ruvi mengaku perjalanannya tidak selalu mulus. Ia sempat menghadapi fase sulit, terutama dalam hal menghafal bait-bait syi’ir dan redaksi kitab yang cukup panjang. Menghafal teks klasik Arab dengan makna dan kedalaman kandungannya diakui Ruvi sebagai tantangan terbesar selama ia berstatus sebagai santri.

Namun, kendala tersebut tidak membuat langkahnya terhenti. Ruvi memiliki motivasi kuat yang selalu tertanam di dalam benaknya, yaitu tekad untuk terus belajar meskipun situasi terasa sulit. Baginya, setiap kesulitan dalam menuntut ilmu adalah ujian naik kelas yang harus dihadapi dengan kesabaran, konsistensi, dan doa yang tiada putus.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Ruvi memberikan jawaban yang sederhana namun bermakna mendalam, yakni ingin menjadi “orang sukses”. Definisi sukses bagi Ruvi tidak hanya sekadar materi, melainkan mampu memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekitar dan yang paling utama adalah bisa membanggakan kedua orang tuanya yang telah membiayai dan mendoakannya selama ini.

Sebagai alumni dari prosesi Wisuda Ke-X ini, Ruvi juga menitipkan pesan dan kesan yang mendalam untuk adik-adik kelasnya di MTs Unggulan Nuris. Ia berpesan agar para santri tidak sering melanggar aturan sekolah maupun pesantren, karena kedisiplinan adalah kunci utama keberkahan ilmu. Ia berharap, pencapaiannya ini bisa menjadi pemantik semangat bagi santri lain untuk terus berprestasi. [MIA.Red]

 

Nama Lengkap  : M. Ruvi Aditya Putra Arifin

Hobi                     : Bermain Futsal

Cita-Cita              : Orang Sukses

Kelas/Sekolah   : 9A MTs Unggulan Nuris Jember

Khatam Kitab     : 7 Kitab (Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Safinatun Najah, 101 hadist) 

Related Post