Penuh Kebanggaan, Wisuda Tahfiz ke-10 Nuris Jember Tampilkan Hasil Belajar Santri
Pesantren Nuris – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Masjid Baitunnur Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember pada Selasa, 12 Mei 2026. Pondok Pesantren Nurul Islam Jember kembali menggelar Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10 yang diikuti oleh santri kelas IX dari lembaga SMP dan MTs Unggulan Nuris Jember. Kegiatan tahunan yang menjadi salah satu momen paling ditunggu ini turut dihadiri oleh para wali santri yang datang untuk menyaksikan hasil perjuangan putra-putrinya selama menimba ilmu di pesantren.
Acara dimulai dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh Gus Royhan Tamami, Lc. Suasana khidmat mulai terasa sejak awal acara berlangsung. Selanjutnya, lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan dengan merdu oleh Obertan Alfrido, salah satu santri peserta wisuda, yang semakin menambah suasana syahdu di dalam masjid.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari KH. Robith Qoshidi, Lc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa wisuda kitab kuning dan tahfiz bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk nyata perjuangan panjang para santri dan orang tua.
“Wisuda kitab kuning dan tahfiz ini merupakan cerita perjalanan kesuksesan santri Pondok Pesantren Nurul Islam Jember yang telah berjuang keras jauh dari orang tua. Ini juga cerita tentang orang tua yang ingin anaknya sukses, berakhlak mulia, dan berilmu tinggi meskipun harus banting tulang dan menahan rindu demi masa depan anak-anaknya,” tutur beliau.
(Baca juga : Tekad Kuat di Balik Keberhasilan: Danil Selesaikan 12 Kitab Di Wisuda Ke-X Pesantren Nuris)
Setelah sambutan, para hadirin diajak menyaksikan pemutaran video capaian dan prestasi santri Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Video tersebut menampilkan perjalanan belajar para santri selama berada di pesantren, mulai dari kegiatan mengaji, pembelajaran kitab kuning, hingga aktivitas tahfiz Al-Qur’an.
Tidak hanya itu, acara juga diisi dengan penampilan para santri penghafal Al-Qur’an yang diuji langsung oleh guru dan wali santri. Penampilan tersebut berhasil membuat suasana semakin hidup dan penuh rasa bangga. Selain itu, pembacaan hadis oleh santri kelas Mubtadiin, pembacaan nadzam Imrithi oleh murid kelas Ula, serta pembacaan kitab kuning oleh santri program salaf turut menambah kekhidmatan acara.
Memasuki sesi berikutnya, tausiyah disampaikan oleh Syaikhul Ma’had, KH. Muhyiddin Abdussomad. Dalam nasihatnya, beliau mengingatkan para santri agar ilmu yang telah diperoleh selama mondok tidak berhenti hanya di pesantren, tetapi harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Puncak acara berlangsung saat prosesi wisuda dimulai. Para santri dipanggil satu per satu untuk menerima penghargaan atas perjuangan dan pencapaian mereka selama belajar di pesantren. Momen ini menjadi saat paling mengharukan, terutama bagi wali santri yang tampak bangga melihat putra-putrinya berdiri di hadapan para kiai dan guru.
Suasana haru pun pecah di setiap sudut masjid. Banyak wali santri tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan bahagia setelah melihat perjuangan anak-anak mereka berbuah hasil.
“Begitu istimewa dan penuh makna, hingga membuat hati terharu dan menangis haru. Terima kasih untuk pondok tercinta, serta orang tua dan kiai yang tak pernah lelah mendidik dan mendoakan,” ungkap salah satu wisudawan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Muhyiddin Abdussomad. Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10 ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus menjaga ilmu, akhlak, dan hafalan yang telah mereka peroleh selama mondok di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. (JUL/FDL/FNF.Red)
