Motivasi Diri Untuk Tidak Menyia-nyiakan Pengorbanan Orang Tua
Pesantren Nuris – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti gelaran Wisuda Kitab dan Tahfidz ke-X Pondok Pesantren Nurul Islam (NURIS) Jember. Di antara ratusan wisudawan yang berkumpul, sosok Muhammad Danial Naqsyabandi menjadi salah satu santri yang mencuri perhatian. Siswa kelas 9A MTs Unggulan Nuris ini resmi diwisuda setelah berhasil menuntaskan target pembelajaran kitab kuning dengan hasil yang sangat memuaskan.
Remaja yang akrab disapa Danil ini berhasil mengukir prestasi dengan menyelesaikan total 12 kitab selama masa pendidikannya. Pencapaian ini diumumkan secara resmi dalam rangkaian prosesi wisuda ke-X, sebuah ajang tahunan bergengsi di Pesantren NURIS yang menjadi bukti kualitas literasi kitab dan hafalan Al-Qur’an bagi para santrinya. Bagi Danil, momen wisuda ini adalah buah dari kesabaran dan ketekunannya selama bertahun-tahun.
Danil, yang berasal dari Tanggul, Jember, dikenal sebagai santri yang tidak hanya tekun dalam urusan ukhrawi, tetapi juga aktif dalam ranah organisasi. Di tengah kesibukannya mengejar target khataman, ia tetap mendedikasikan waktunya sebagai anggota OSIM. Kemampuannya membagi waktu terbukti ampuh, mengingat ia juga berhasil menduduki peringkat Ranking 3 Diniyah, sebuah prestasi akademik yang sangat kompetitif di lingkungan madrasah.
(Baca juga : Pengumuman Kelulusan Test SPMB MTs Unggulan Nuris Gelombang 2! Yuk Cek Namamu Di Sini!)
Meskipun kini ia berdiri dengan bangga mengenakan toga wisuda, Danil mengaku perjalanannya tidaklah instan. Ia secara terbuka menceritakan tantangan terberatnya selama belajar, yakni rasa kantuk yang sering menyerang. “Kesulitan terbesarnya adalah mudah tertidur saat mulai merasa bosan,” akunya jujur. Namun, bagi Danil, wisuda ke-X ini terlalu berharga untuk dilewatkan hanya karena rasa kantuk.
Setiap kali rasa malas atau kantuk datang, Danil selalu memanggil kembali memori tentang perjuangan keluarga di rumah. Motivasi utamanya untuk bisa ikut serta dalam wisuda tahun ini adalah pengorbanan orang tuanya. Ia ingin memberikan kebanggaan sebagai balasan atas doa dan dukungan materi yang telah diberikan orang tua demi menyekolahkannya di MTs Unggulan Nuris.
Impian Danil pun tergolong besar; ia bercita-cita menjadi orang sukses dengan penghasilan tinggi dan memiliki rumah mewah. Baginya, pendidikan di Pesantren NURIS adalah fondasi karakter dan mental untuk mencapai kesuksesan finansial tersebut tanpa melupakan nilai-nilai agama yang telah ia pelajari dari 12 kitab yang telah dikhatamkannya.
Dalam kesan dan pesannya, Danil menyampaikan rasa bahagia yang mendalam bisa menjadi bagian dari keluarga besar MTs Unggulan Nuris. Lingkungan yang nyaman serta bimbingan guru-guru yang penyabar diakuinya sebagai faktor kunci yang membuatnya betah menuntut ilmu, meski harus jauh dari rumah di Tanggul. Atmosfer kekeluargaan di NURIS membuatnya merasa didukung sepenuhnya untuk berkembang.
Menutup momen wisuda yang bersejarah ini, Danil menyisipkan harapan agar madrasah tempatnya bernaung semakin maju dan mencetak generasi yang terus lebih baik. Ia juga berharap agar persahabatan yang terjalin antar santri tidak putus setelah kelulusan. “Semoga kita bersama dipertemukan di luar nanti dalam keadaan sukses,” pungkasnya penuh harap sembari merayakan keberhasilannya di wisuda ke-X tersebut. [MIA.Red]
Nama Lengkap : Muhammad Danial Naqsya Bandi
Alamat Asal : Tanggul Jember
Cita-Cita : Orang sukses bergaji tinggi dan punya rumah mewah
Kelas/Sekolah : 9A MTs Unggulan Nuris
Jumlah Khatam Kitab : 12 Kitab
Angkatan Wisuda : Wisuda Kitab & Tahfidz Ke-X Pesantren Nuris
