Khatam 4 Kitab dan Siap Menatap Masa Depan
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali hadir dari keluarga besar MA Unggulan Nuris Jember. Salah satu siswa kelas XII E, Muhammad Yusril Muqoddas, berhasil menorehkan pencapaian istimewa dengan sukses mengkhatamkan empat kitab selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan tekad kuat mampu membawa hasil yang membanggakan.
Siswa yang akrab disapa Yusril ini berasal dari Ajung, Jember. Dikenal sebagai pribadi santai namun tetap berusaha menjalani kewajiban belajar dengan baik, Yusril memiliki hobi bermain game. Meski menyukai hiburan seperti remaja pada umumnya, ia tetap berusaha menjaga keseimbangan antara waktu belajar dan aktivitas sehari-hari.
Di balik kesehariannya, Yusril memiliki cita-cita ingin menjadi orang kaya. Keinginan tersebut menunjukkan semangat untuk meraih kehidupan yang sukses dan lebih baik di masa depan. Namun, keberhasilan yang diinginkan tentu tidak hanya soal materi, melainkan juga bagaimana dirinya bisa menjadi pribadi yang bermanfaat.
Selama belajar di MA Unggulan Nuris Jember dan lingkungan pesantren, Yusril berhasil menuntaskan empat kitab penting, yaitu Hidayatus Shibyan, 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah.
(Baca juga : MA Unggulan Nuris Rayakan Hardiknas 2026 dengan Gebyar Literasi Berbasis Inovasi)
Kitab-kitab tersebut menjadi bekal dasar yang sangat penting bagi seorang santri. Hidayatus Shibyan membantu memperkuat dasar pembelajaran membaca Al-Qur’an, 101 Hadis memberikan tuntunan akhlak dan kehidupan, Ta’limul Muta’allim mengajarkan adab dalam menuntut ilmu, sedangkan Safinatun Najah menjadi dasar pemahaman fikih dan ibadah.
Dalam proses mengkhatamkan kitab, Yusril mengaku perjalanan tersebut terasa lumayan sulit. Tantangan belajar kitab memang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan semangat yang terus dijaga agar tidak mudah menyerah.
Meski demikian, Yusril tetap berusaha menyelesaikan proses belajarnya dengan baik. Ia memahami bahwa setiap kesulitan dalam belajar merupakan bagian dari perjuangan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Motivasi terbesar Yusril dalam mengkhatamkan kitab adalah keinginannya agar ketika lulus dari Pondok Pesantren Nuris, dirinya memiliki pegangan berupa khatam kitab. Baginya, ilmu agama menjadi bekal penting untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Pemikiran tersebut menunjukkan bahwa Yusril menyadari pentingnya ilmu sebagai dasar kehidupan. Tidak hanya mengejar masa depan secara duniawi, ia juga ingin memiliki bekal ilmu agama yang dapat membimbing langkahnya ke depan.
Keberhasilan mengkhatamkan empat kitab menjadi pencapaian yang membanggakan bagi dirinya, keluarga, serta para guru yang telah membimbing selama ini. Proses belajar tersebut juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab dalam dirinya.
Harapan terbesar Yusril adalah semoga setelah lulus nanti dirinya dan teman-temannya dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat. Harapan tersebut menunjukkan keinginan untuk tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberi manfaat kepada lingkungan sekitar.
Muhammad Yusril Muqoddas menjadi inspirasi bahwa setiap proses belajar pasti memiliki tantangan, tetapi dengan semangat dan niat baik, semua bisa dilalui dengan maksimal. Tidak perlu menjadi sempurna untuk terus berjuang, yang terpenting adalah tetap melangkah dan tidak menyerah.
Semoga perjalanan Yusril mampu memotivasi para pelajar lainnya untuk terus semangat belajar, menghargai proses menuntut ilmu, dan menjadikan ilmu agama sebagai pegangan hidup di masa depan. Sebab keberhasilan sejati adalah ketika seseorang mampu tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang. [LA.Red]
Nama : Muhammad Yusril Muqoddas
Alamat : Ajung, Jember
Hobi : Bermain game
Cita2 : menjadi orang kaya
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII E
Prestasi : Khatam 4 kitab (Hidayatus Shibyan, 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
