Melatih Kedisiplinan Ibadah Siswa Sebelum Memulai Pelajaran
Pesantren Nuris – Di tengah padatnya jadwal akademik dan berbagai inovasi pembelajaran seru di kelas, MI Unggulan Nuris Jember rupanya tak pernah melupakan fondasi utamanya. Ya, mencetak generasi yang cerdas dan berprestasi tentu menjadi tujuan, namun, membentuk karakter yang berakhlak mulia adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar.
Untuk mewujudkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kesucian hati tersebut, pihak madrasah menerapkan sebuah pembiasaan positif yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Setiap paginya, sebelum buku-buku pelajaran dibuka dan materi mulai dijelaskan oleh para guru, anak-anak diajak untuk menenangkan jiwa dan menghadap Sang Pencipta terlebih dahulu.
Pemandangan menyejukkan ini bisa kita saksikan setiap pagi di lingkungan madrasah. Mulai dari siswa kelas 1 yang masih imut-imut hingga kakak-kakak kelas 6 yang sudah beranjak remaja, semuanya memiliki rutinitas pagi yang seragam. Setelah bel tanda masuk berbunyi, mereka tidak langsung disuguhkan dengan materi pelajaran yang berat.
Rangkaian pagi selalu diawali dengan melantunkan doa belajar bersama di dalam ruang kelas masing-masing. Suara nyaring anak-anak yang menggemakan doa pembuka hari selalu berhasil membuat suasana madrasah menjadi syahdu. Setelah doa pagi selesai dibaca, barisan siswa ini langsung merapikan saf untuk melaksanakan ibadah Sholat Dhuha.
(Baca juga : Kreativitas Tanpa Batas! MI Unggulan Nuris Jember Ajak Siswanya Bercerita Lewat Toples Kertas!)
Seperti yang terlihat pada dokumentasi kegiatan sehari-hari, anak-anak tampak sangat khusyuk dalam beribadah. Dengan balutan seragam madrasah yang rapi, lengkap dengan pcei bagi siswa laki-laki dan mukena bagi siswa perempuan, mereka melaksanakan gerakan demi gerakan sholat dengan tertib di atas hamparan sajadah kelas. Pemandangan ini menjadi saksi bisu ketaatan para penerus bangsa yang sedang ditempa.
Program pembiasaan Sholat Dhuha ini tentu bukanlah tanpa alasan. Pihak MI Unggulan Nuris Jember menyadari betul bahwa pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai spiritual tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan teori di papan tulis saja. Semuanya harus dilatih, dibiasakan, dan dipraktikkan secara konsisten setiap hari agar benar-benar mendarah daging dalam keseharian anak-anak.
Dampak positif dari rutinitas pagi ini sangat dirasakan oleh para dewan guru, salah satunya adalah Ustadzah Ulva, yang mengemban amanah sebagai wali kelas dari kelas 2B. Beliau melihat secara langsung bagaimana pembiasaan ini perlahan-lahan membentuk kepribadian anak didiknya menjadi lebih tenang, fokus, dan siap menerima pelajaran dari para guru.
Menurut Ustadzah Ulva, kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat mendalam bagi perkembangan spiritual peserta didik. “Kesan dan pesan dari kegiatan pembiasaan sholat dhuha di MI Unggulan Nuris Jember ini sangatlah baik dan bermanfaat bagi peserta didik. Melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pagi ini, anak-anak dilatih untuk lebih dekat kepada Allah Swt. Hal ini juga sangat ampuh untuk menumbuhkan kedisiplinan mereka dalam beribadah, serta meningkatkan iman dan takwa sejak usia yang masih dini,” tutur Ustadzah Ulva.
Lebih dari sekadar kewajiban tata tertib madrasah, Ustadzah Ulva juga menjelaskan nilai keutamaan di balik sholat sunnah ini. “Kebiasaan sholat dhuha ini juga menjadi bentuk pengamalan hadis Rasulullah SAW, yang menyebutkan tentang sholat dhuha sebagai pengganti sedekah bagi setiap persendian tubuh manusia.”
Sebagai seorang ibu guru yang menyayangi murid-muridnya, harapan terbesar Ustadzah Ulva adalah agar kebiasaan baik ini tidak berhenti di gerbang madrasah saja. “Dengan pembiasaan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya melaksanakan sholat dhuha saat di lingkungan madrasah saja, tetapi juga dapat membawanya menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari mereka di rumah,” pesan beliau penuh harap.
Menutup perbincangannya, Ustadzah Ulva menitipkan doa tulus untuk keberlanjutan program mulia ini ke depannya. “Semoga kegiatan positif ini terus istiqamah dilaksanakan dan menjadi salah satu langkah pasti dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah, religius, dan mencintai ibadah sejak kecil,” tutupnya dengan senyuman.
Pembiasaan Sholat Dhuha di MI Unggulan Nuris Jember ini menjadi bukti kuat bahwa madrasah hadir bukan hanya untuk mentransfer ilmu pengetahuan dunia, melainkan juga membekali siswa dengan ilmu akhirat. Sebuah langkah kecil yang diistiqomahkan di pagi hari, yang diyakini akan membawa keberkahan besar bagi masa depan anak-anak kelak. Tetap semangat tebarkan pembiasaan baik, MI Unggulan Nuris Jember! [FE.Red]
