Raih Prestasi Gemilang, Galang Pradana Sukses Khatamkan 8 Kitab di Wisuda Ke-X Pesantren Nuris Jember

Tetesan Keringat Orang Tua Menjadi Pengingat Keras Bagi Galang Untuk Tidak Malas Dalam Belajar

Pesantren Nuris – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti gelaran Wisuda Kitab dan Tahfidz Ke-X Pesantren Nurul Islam (NURIS) Jember. Di antara ratusan santri yang diwisuda, nama Galang Pradana Exsan berhasil mencuri perhatian berkat pencapaiannya yang luar biasa. Santri berprestasi ini dinilai sukses menyelesaikan target hafalan dan pemahaman kitab kuning dengan sangat baik di usianya yang masih tergolong muda.

Santri yang akrab disapa Galang ini merupakan remaja asal Kecamatan Wuluhan, Jember. Saat ini, ia tercatat sebagai siswa aktif di kelas 9A MTs Unggulan Nuris. Keberhasilannya mengikuti prosesi wisuda akbar ini menjadi bukti nyata dari ketekunan dan dedikasinya selama menempuh pendidikan di salah satu pesantren paling bergengsi di Kabupaten Jember tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, Galang berhasil mengkhatamkan sebanyak 8 kitab monumental dalam khazanah keilmuan Islam klasik. Kedelapan kitab tersebut meliputi bidang tajwid, akhlak, akidah, hadis, hingga fikih kontemporer, yaitu Hidayatush Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadist, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, serta Safinatun Najah. Penguasaan terhadap berbagai lintas disiplin ilmu ini membuatnya menjadi salah satu lulusan yang sangat diperhitungkan.

Tentu perjalanan Galang tidak selamanya mulus. Selama proses setoran kitab, ia mengaku sempat menghadapi kendala besar, khususnya dalam menghafal bait-bait nadhom yang membutuhkan konsentrasi serta ingatan yang kuat. Namun, berkat ketelatenan para guru dan bimbingan yang intensif di MTs Unggulan Nuris, kesulitan tersebut berhasil ia lalui dengan penuh kesabaran.

(Baca juga : Mengukir Prestasi Akademik dan Keagamaan, Siswi MTs Unggulan Nuris Yasmin Az Zahra Sofyan Putri Tuntaskan Berbagai Kitab Keislaman)

Ketika ditanya mengenai motivasi terbesarnya untuk terus maju, Galang mengungkapkan sebuah prinsip hidup yang sangat menyentuh dengan bahasa khas lokal. “Eleng rek, wong tuwo ngrewangi kerjo. Panas gak ngerti panas, udan gak ngerti udan. Intine, mondok niat membanggakan, bukan mengecewakan!” ujarnya. Kalimat mendalam ini selalu ia camkan sebagai pengingat akan tetesan keringat orang tuanya di Wuluhan yang bekerja keras tanpa memedulikan cuaca demi membiayai pendidikannya.

Di balik sosoknya yang religius dan tekun dalam mengaji, Galang tetaplah seorang remaja biasa yang memiliki sisi humanis. Ia menyalurkan waktu senggangnya dengan menyalurkan hobi memancing, sebuah aktivitas yang diakuinya melatih kesabaran—sesuatu yang juga sangat ia butuhkan dalam menghafal kitab-kitab pesantren. Selain itu, berbekal ilmu agama yang kuat, Galang memiliki cita-cita besar di masa depan untuk menjadi seorang pebisnis sukses yang berkah.

Dalam momentum kelulusan yang sakral ini, Galang tidak lupa memberikan pesan dan kesan yang mendalam bagi seluruh rekan sejawatnya. Ia mengingatkan agar para santri selalu menjaga spiritualitas hati di mana pun berada. Salah satu amalan sederhana namun dahsyat yang selalu ia tekankan adalah untuk tidak pernah lupa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Sebagai penutup, Galang menaruh harapan yang sangat besar kepada adik-adik kelasnya yang masih berjuang di pondok pesantren. Ia berpesan agar mereka jangan pernah malas dan selalu serius dalam menuntut ilmu. Menurutnya, segala lini keilmuan yang dipelajari di dalam pesantren tidak akan pernah sia-sia, karena seluruh ilmu tersebut nantinya akan menjadi modal utama dan sangat berguna saat mereka terjun langsung di tengah-masyarakat. [MIA.Red]

 

Nama Lengkap : Galang Pradana Exsan

Alamat Asal      : Wuluhan, Jember

Hobi                    : Memancing

Cita-Cita            : Pembisnis

Kelas/Sekolah   : 9A MTs Unggulan Nuris Jember

Prestasi               : Khatam 8 Kitab : (Hidayaus Shibyan, Tarbiyatus Shinyan, 101 hadist, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Safinatun Najah)

 

Related Post