Tak hanya Sukses Khatam Kitab Kuning, Jasmine Banggakan MA Unggulan Nuris di Ajang KSN 2026

Menyukai Dunia Riset dan Kepenulisan, Kelak ingin Menjadi Seorang Dokter Profesional

Pesantren Nuris – Ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2026 menjadi salah satu lumbung medali bagi segenap santri di MA Unggulan Nuris. Di antara 22 mendali yang teraih, nama Jasmine Assyifa juga menonjol berkat torehan medali perunggu olimpiade bahasa Inggris terhadap perlombaan yang diselenggarakan secara daring oleh PUSKASNAS pada 03 Mei 2026 lalu.

Prestasi santri yang duduk di kelas X F MA Unggulan Nuris ini bukan kali pertama. Pasalnya, ia telah membukukan beberapa prestasi nasional gemilang lainnya sejak menginjakkan kakinya di madrasah yang dipimpin oleh Ning Balqis Al Humairo tersebut yakni, medali perak olimpiade bahasa Inggris ajang OSPENAS dan medali perunggu olimpiade kimia ajang OSPENAS.

“Bagi saya belajar itu yang terpnting jangan pernah berputus asa. Meski banyak kesulitan yang pernah dialami, tetap harus memiliki mimpi setinggi-tingginya dengan tetap fokus berdoa dan berusaha. Saya meyakini semua ikhtiar kita takkan mengkhianati hasil.” Tukas Jasmine, sapaan akrab santri kelahiran Januari 2010 ini.

Sedari bangku MTs Unggulan Nuris, putri dari bapak Wiwit Widarto dan ibu Demes Sri Indrawati telah berhasil mengkhatamkan 10 kitab kuning. Ia juga tercatat dalam 10 peringkat tebaik di kelasnya. Semangat belajarnya yang tinggi, ia berharap dapat menggapai impiannya menjadi seorang dokter profesional di masa depan.

(baca juga: Santri MA Unggulan Nuris Raih Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Santri Pedia 2026, Keren Banget)

Bukan hanya pandai membaca kitab dan berprestasi, remaja asal Tegal Gede, Sumbersari, Jember ini juga ternyata menyukai dunia literasi. Baginya dunia literasi bukan sekadar hobi, tetapi kebutuhan sebagai pelajar yang ingin terus bertumbuh dan berkembang. Melalui kegiatan membaca dan menulis yang digemarinya, ia mendapat banyak pengalaman dan kelak bercita ambil peran juga dalam dunia riset.

“Mungkin saat ini masih kelas X terkadang cita-cita dapat saja berubah-ubah sesuai kondisi yang dialami. Akan tetapi, alhamdulillah dukungan dan doa orang tua membuat saya semakin semangat belajar, fokus dulu menjalani apa yang digemari, semoga perlahan menemukan apa yang sebenarnya sesuai dengan talenta saya.” Imbuhnya.

Dengan catatan prestasi ini, Jasmine ingin terus mengembangkan kompetensi diri baik secara akademik maupun nonakademik. Apalagi di MA Unggulan Nuris banyak program pengembangan diri yang mendukung dan membuatnya tahu bagaimana menjadi seorang santri kekinian yang peka zaman. Yang terpenting baginya adalah terus berjalan lurus, belajar, berprestasi, biar Allah yang menggariskan yang terbaik.[AF.Red]

Related Post