Dafa: Menuntaskan Kitab, Menjemput Mimpi, Menginspirasi Banyak Hati
Pesantren Nuris – Perjalanan pendidikan di pesantren sering kali meninggalkan jejak yang lebih dalam daripada sekadar nilai akademik. Bagi Dafa Ardian Dinana, siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Nuris Jember asal Kemuningsari Kidul, Jenggawah, Jember, salah satu pencapaian paling berharga selama menempuh pendidikan adalah keberhasilannya menyelesaikan tiga kitab kuning di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Ketiga kitab tersebut meliputi 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah.
Prestasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan belajarnya selama tiga tahun terakhir. Di tengah kesibukan mengikuti pembelajaran sekolah, praktik kejuruan, serta berbagai aktivitas kepesantrenan, Dafa mampu menjaga konsistensi dalam mengikuti kajian kitab hingga berhasil menuntaskannya dengan baik.
Dafa dikenal sebagai sosok yang mudah berinteraksi dengan siapa saja. Karakternya yang ramah dan terbuka membuat ia memiliki banyak teman, baik di lingkungan sekolah maupun pesantren. Kemampuan berkomunikasi yang baik tersebut juga membantunya membangun hubungan yang positif dengan guru, pembina, dan rekan-rekannya selama menjalani masa pendidikan.
Namun, di balik kepribadiannya yang mudah bergaul, Dafa juga memiliki kesungguhan yang tinggi dalam belajar. Ia menyadari bahwa menjadi santri sekaligus siswa SMK membutuhkan kemampuan membagi waktu yang baik. Karena itu, ia berusaha menjalankan setiap tanggung jawab secara seimbang, baik dalam bidang akademik maupun pembelajaran agama.
(Baca juga : Saatnya Membuktikan Hasil Belajar! Siswa SMK Nuris Jember Hadapi Asesmen Akhir Semester Genap 2025-2026)
Selama mondok di Pesantren Nuris Jember, Dafa mengikuti pembelajaran kitab kuning secara bertahap. Proses tersebut mengajarkannya banyak hal, mulai dari memahami dasar-dasar ilmu agama, memperbaiki adab, hingga membangun kebiasaan disiplin dalam belajar. Baginya, kitab kuning bukan hanya bahan pelajaran yang harus diselesaikan, tetapi juga sumber ilmu yang memberikan banyak pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari.
Keberhasilannya mengkhatamkan tiga kitab kuning menjadi bukti bahwa ketekunan dan kesabaran mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan. Para guru menilai Dafa sebagai siswa yang mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas sekolah dan kegiatan pesantren. Ia tidak hanya berusaha meraih prestasi akademik, tetapi juga serius dalam memperdalam ilmu agama.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Nuris Jember, Dafa bersiap memasuki babak baru dalam hidupnya. Ia berhasil diterima sebagai calon mahasiswa baru di Program Studi D4 Teknik Otomotif Politeknik Negeri Jember, salah satu program studi yang sesuai dengan minat dan kompetensi yang telah dipelajarinya selama berada di jurusan TKR.
Menurut Dafa, pengalaman belajar kitab selama di pesantren menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan. Ilmu yang diperolehnya tidak hanya membantu memperluas wawasan keagamaan, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.
“Sering kali kita terlalu fokus pada hasil besar yang ingin dicapai, sampai lupa menghargai langkah-langkah kecil yang sedang dijalani. Padahal, kemampuan, kedewasaan, dan keberhasilan biasanya tumbuh dari proses yang sederhana tetapi dilakukan terus-menerus. Karena itu, jangan meremehkan satu halaman yang dibaca hari ini atau satu pelajaran yang dipahami hari ini,” tuturnya.
Keberhasilan Dafa Ardian Dinana mengkhatamkan tiga kitab kuning sekaligus melanjutkan pendidikan ke Politeknik Negeri Jember menjadi bukti bahwa kesungguhan dalam belajar akan selalu menemukan jalannya. Dengan bekal ilmu agama, keterampilan kejuruan, dan karakter yang baik, ia siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. (MFAF.Red)
Nama : Dafa Ardian Dinana
Kelas : XII TKR
Alamat : Kemuningsari Kidul, Jenggawah, Jember
Hobi : olahraga
Cita-cita : mekanik mobil mewah
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
