Dari Jawara Da’i Cilik Nasional Kini Banggakan MA Unggulan Nuris Juara Khitobah Bahana Muharram 2026

Aktif dalam Berbagai Kegiatan Literasi Pesantren tak Halangi Fokus Hafal Al Qur’an, Dalami Kitab Kuning, dan Berprestasi

Pesantren Nuris – Pesantren Nuris Jember bagi Dewi Faizah bukan sekadar ruang penggemblengan akademik di antara kitab kuning dan mengaji Al Qur’an saja, melainkan juga kesempatan mengasah potensi diri lintas disiplin keilmuan hingga berprestasi gemilang. Benar saja, di sela keaktifannya dalam berbagai kegiatan tak menghalanginya untuk berprestasi di ajang Bahana Muharram 2026.

Santri kelahiran Banyuwangi, Juni 2009 tersebut berhasil meraih juara harapan 2 khitobah atau pidato bahasa Arab Bahana Muharram 2026 tingkat Kabupaten Jember yang diselenggarakan oleh Remas Baitul Amien pada  28 Juni 2026 lalu. Ia turut menyumbang piala di antara 4 piala yang berhasil direbut santri MA Unggulan Nuris di ajang tersebut.

Keberhasilan santri MA Unggulan Nuris di ajang Bahana Muharram 2026 tersebut yakni, M. Vidic  Alghanis (kelas XI E) meraih juara 1 Pidato Bahasa Indonesia; Ahmad Harisun (kelas XI E) meraih Juara 1 Pidato Bahasa Arab; Dewi Faiza (kelas X A) meraih Juara Harapan 2 Pidato Bahasa Arab; dan Nur Wahdatul Hikmah (kelas XI A) meraih juara Harapan 2 Puisi Islami.

Torehan prestasi Dewi Faizah ini bukan perkara mudah. Pasalnya sedari kecil ia telah memiliki talenta luar biasa dalam public speaking. Ia pernah didapuk sebagai pemenang ajang da’i cilik tingkat nasional. Ia juga pernah dinobatkan sebagai santri berprestasi Kabupaten Banyuwangi. Remaja beralamat di Genteng Banyuwangi ini juga langganan juara 1 pidato bahasa Indonesia di Pesantren Nuris Jember.

(baca juga: Juarai LKTI Moderasi Beragama 2026 Tingkat Provinsi, Geliat Prestasi Santri MA Unggulan Nuris Bidang Literasi)

Selain dikenal dengan prestasinya yang mentereng, Dewi Faizah juga dikenal aktif di berbagai kegiatan di pesantren. Ia aktif sebagai jurnalis pesantren Buletin Nazrah MA Unggulan Nuris, jurnalis Majalah Nuris (MN), anggota Nuris Aswaja Centre (NAC) hingga diamanahi sebagai salah satu kepengurusan di asrama Pesantren Nuris Jember.

“Saya memang suka aktif di berbagai kegiatan. Bagi saya ini kesempatan untuk menambah wawasan dan pengalaman hingga mengenal banyak orang. Selain itu, saya juga sangat suka dunia jurnalis. Di dunia ini semakin mempertajam kemampuan berpikir dan menganalisis sekaligus juga kreatif dan menantang juga sih.” Tukasnya.

Sekarang ia telah menginjakkan kakinya di kelas XI A MA Unggulan Nuris. Ia berharap dapat terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan membaca kitab kuning. Targetnya untuk mengkhatamkan nazam Alfiyah dapat tecapai sebelum lulus dari pesantren. Selain kitab kuning, ia juga tengah rutin murajaah dan berhasil menghafalkan Al Qur’an juz 30.[AF.Red]

Related Post