Buktikan Semangat Santri MA Unggulan Nuris Jember Lewat Prestasi Khatam Kitab
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswi MA Unggulan Nuris Jember. Kali ini, Fasya Azizatul A., siswi kelas XII E, berhasil menuntaskan pembelajaran dan mengkhatamkan 16 kitab selama mengikuti pendidikan diniyah di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan santri dalam menyelesaikan target pembelajaran kitab yang menjadi ciri khas pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember.
Fasya berasal dari Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Siswi yang memiliki hobi menyanyi ini dikenal sebagai pribadi yang tekun dan memiliki semangat belajar yang baik. Di masa depan, ia bercita-cita menjadi seorang yang sukses dan mampu membahagiakan kedua orang tuanya melalui hasil perjuangan yang telah ditempuh selama belajar.
Selama menjalani pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Fasya berhasil mengkhatamkan 16 kitab, yaitu Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 250 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, dan Fiqih Tradisionalis.
(Baca juga : Gebrak Panggung PORSENI UIJ 2026 dengan Gemilang, Santri MA Unggulan Nuris Juara 3 Speech)
Keberhasilan tersebut menunjukkan kesungguhan Fasya dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran diniyah. Seluruh kitab yang dipelajari menjadi bekal penting dalam memahami ilmu akidah, fikih, nahwu, sharaf, adab, hingga dasar-dasar keilmuan Islam yang akan terus bermanfaat dalam kehidupan.
Meski berhasil menyelesaikan seluruh target, Fasya mengakui bahwa proses menghafal menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapinya. Banyaknya materi dan nazam yang harus diingat membuat proses belajar membutuhkan kesabaran, latihan yang berulang, serta komitmen untuk terus murojaah agar hafalan tetap melekat.
Namun, kesulitan tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru, keinginan untuk memperoleh keberkahan dari ilmu yang dipelajari menjadi motivasi utama yang terus menguatkan langkahnya. Menurut Fasya, keberhasilan mengkhatamkan kitab bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga bagian dari ikhtiar untuk memperoleh ilmu yang penuh manfaat dan keberkahan.
Keberhasilan Fasya turut menambah deretan santri MA Unggulan Nuris Jember yang mampu menuntaskan pembelajaran kitab sebelum menyelesaikan masa pendidikan. Hal ini menjadi bukti bahwa budaya belajar yang diterapkan di lingkungan pesantren mampu membentuk karakter disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab dalam mencapai target pembelajaran.
Selama belajar di MA Unggulan Nuris Jember dan Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, Fasya mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga. Ia merasa senang dapat belajar di lingkungan yang mendukung proses pengembangan ilmu sekaligus mempererat persaudaraan dengan sesama santri.
Melalui pencapaiannya, Fasya juga menyampaikan pesan kepada adik-adik santri agar tetap semangat dalam menghafal dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, setiap proses membutuhkan perjuangan, tetapi hasilnya akan sebanding dengan usaha yang telah dilakukan.
Ke depan, Fasya berharap dapat meraih cita-cita yang diimpikan serta mampu membahagiakan kedua orang tuanya. Ia juga berharap seluruh ilmu yang telah dipelajari selama di pesantren dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.
Prestasi yang diraih Fasya Azizatul A. kembali memperlihatkan komitmen MA Unggulan Nuris Jember dalam mencetak lulusan yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik formal, tetapi juga memiliki bekal ilmu agama yang kuat melalui pembelajaran kitab kuning. Semangat, ketekunan, dan konsistensi yang ditunjukkan Fasya diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri lainnya untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan mengukir prestasi yang membanggakan. [LA.Red]
Nama : Fasya Azizatul A.
Hobi : Menyanyi
Cita2 : Orang Sukses
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII E
Prestasi : Khatam 16 kitab (Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 250 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, dan Fiqih Tradisionalis)
